Jumat, 15 Desember 2017

MERAH ZAMAN NOW

Oleh : Ummu alifan.

Waktu  kecil aku suka sekali warna merah. Jika dapet beberapa permen atau ager - ager bermacam warna. Maka aku akan selalu memilih warna merah.

Zaman itu merah ya merah aja. Tidak ada merah cabe, merah hati, merah marun.pokoknya merah.

Masuk usia SD warna kesukaanku berganti menjadi hijau, ungu, dan pink. Setiap ada pekerjaan mewarnai atau menggambar, tiga warna itulah yang paling menonjol dari karyaku.
Aku punya teman yang menyukai warna kuning dan biru. Dulu aku heran, apa sih bagusnya dua warna itu. 🤔🤔.
Dia Sama sepertiku. Karya menggambar atau mewarnainya  penuh dengan dua warna itu, kuning dan biru.

Saat  SMA aku baru sadar bahwa biru itu cantik. Warna kesukaanku mulai berganti menjadi biru. Apapun benda yg berwarna biru,,aku suka. Ketertarikan ini masih terus berlangsung sampai aku kuliah. Baju biru, sprei biru. Pokoknya maniak biru.
Baru menjelang lulus kuliah aku seperti kembali ke masa kecilku. Warna yang paling menarik hatiku adalah merah. Merah hati dan merah maroon.

Singkat cerita aku menikah. Ternyata suamiku juga suka warna merah dan pink.jadilah setiap mau beli baju, maka baju yg dia pilihkan untukku berunsur merah atau pink.

Kesukaan warnaku ternyata menurun ke anak keduaku.
Ia suka sekali warna merah. Sepulang sekolah,,anakku merasa  sangat bangga ketika di sekolah berhasil meletakkan tasnya di loker warna merah, makan dengan piring warna merah.😃😀

Jadi tidak salah jika mungkin keluargaku disebut keluarga merah.

Merah apa ya??.🤔

Ah merah maroon sajalah. Biar kekinian.
Merah zaman now😂😂

Apakah anda yang membaca juga suka merah???🍎🍎😊😊.

Yogya, 1 Des 2017

Kamis, 14 Desember 2017

Resume Seminar Parenting Mengenal Fitrah Based Education oleh Ust.Harry Santosa


Nurul Huda Islamic Center UNS, 9 Desember 2017.

Oleh: Nunik Nurhayati, Solo

Jangan pernah banding2 kan anak. Karena setiap mereka punya keistimewaan masing2. Umar bin khatab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang. Karena basic nya Umar tempramental..maka yg menjadi panglima perang adalah Khalid bin Walid yg tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.
 
Anak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa. Banyak penulis yang berhasil memfilmkan novelnya karena menyentuh hati audience nya.
 
Anak yang cerewet bisa jadi kedepannya ia adalah public relation, dosen, ulama, MC ,dll.
 
Anak yang keras kepala bisa jadi kedepannya ia adalah pemimpin besar.
 
Kenakalan adalah jeritan hati yg belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.
 
Ibaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.
 
Anak yang suka suudzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.
 
Motivasi dari luar atau training sekarang SDH tidak laku. Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.
 
Apapun yg Allah berikan pada anak kita harus ridho. Karena keridhoan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya..
 
Menyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah. Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan.. karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya . 

Membesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi peran peradaban.
 
Anak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka.. Tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga. Buat anak terpesona dengan Rabb nya. Setiap adzan bisa dipeluk anaknya dan ucapkan kata2 hikmah.. Perintah sholat adalah 7 tahun. Jadi jangan paksa anak tertib sholat sebelum 7tahun.
 
Anak dibawah 7tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris. Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi. Bukan membiarkan  akhlaq yang tidak baik. Tapi biarkan fitrah nya, Jangan dipaksa berbagi. Utamakan anak kita jika berebutan mainan.
 
Anak2 yg puas egonya dibawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya. Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yang gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.
 
Buat anak cinta Qur'an jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an . Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku. Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidup nya.
 
Dalam pendidikan agama bukan sekedar sebanyak apa anak paham agama. Tapi sejauh mana mereka semangat belajar agama.
 
Tugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak gairah mereka mencari ilmu dan memecahkan permasalahan yang ada di alam semesta.
 
Kenangan indah dengan org tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak2 di masa depannya. Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman. Jika kita tidak sibuk mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.
 
Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah. Tapi orang tua harus hands on. Sekolah hanya memberi pengetahuan. Akhlaq adalah tugas orang tua.
 
Tiada kebetulan dimuka bumi. Kita dilahirkan dimuka bumi bukan karena kebetulan. Kita ditemukan pasangan kita bukan karena kebetulan. Setiap penciptaan pasti ada maksudnya. Manusia diciptakan untuk beribadah dan sebagai khilafah. Setiap maksud ada tugas nya. Seorang yg tidak tahu maksud ia diciptakan, ia tidak akan tahu apa tugas yg harus ia lakukan.
 
Temukan lah peran terbaik untuk melaksanakan tugas penciptaan. Modal utamanya adalah fitrah.
 
Semua fitrah manusia harus dioptimalkan secara seimbang.

Sabtu, 09 Desember 2017

Agar Tidak Terhina Dunia Akhirat karena Hutang, Lakukan 7 Hal Ini

Membayar hutang merupakan kewajiban yang harus disegerakan. Hal itu merupakan bagian dari penyelesaian masalah. Banyak orang yang terhina karena hutang. Harta yang dikumpulkan kadang hilang ketika hutang tak segera dilunasi. Menunda membayar hutang adalah jebakan dalam kehidupan.

Hutang merupakan pinjaman yang diberikan seseorang kepada orang lain dalam jumlah tertentu dan harus dikembalikan dalam waktu yang telah ditentukan. Sikap terbaik saat memiliki hutang adalah dengan segera melunasinya.

Fenomena hutang sudah banyak di semua lapisan masyarakat. Baik keluarga maupun negara. Jumlah dari sedikit sampai banyak. Prinsip pertama yang harus dipegang adalah hutang harus segera dilunasi. Kesadaran inilah yang menjadi pedoman. Jangan menunda apalagi menghindar dari melunasi.

Banyak orang yang susah melunasi hutang. Mereka hidup dalam lingkaran hutang, tanpa bisa keluar. Berputar tanpa ujung. Ibarat lingakaran setan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini, antara lain:
  1. Kurangnya kesadaran untuk segera melunasi,
  2. Pengeluaran lebih besar dari pendapatan,
  3. Hutang bukan untuk kebutuhan mendesak,
  4. Kurang tepat dalam pengunaan uang,
  5. Salah dalam prioritas anggaran.
Setelah tahu faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam melunasi hutang, orang yang berhutang harus segera berubah. Mereka harus membuat rencana pelunasan yang terbaik.

Manusia pada umumnya lebih mengunakan akal dalam melunasi hutang. Padahal akal saja belum cukup. Harus ada tambahan strategi. Karena banyak orang yang mampu melunasi hutang dengan melakukan hal-hal di luar nalarnya. Ibarat bahasa seperti rezeki yang tak terduga.

Jangan sampai awalnya mau melunasi hutang, tapi malah berhutang makin dalam. Bukan buka lubang tutup lubang. Tapi buka lubang makin dalam.

Sebaiknya, hutang ini dimaknai sebagai sebuah proses yang diutamakan. Prioritas utama dalam melunasi. Kesadaran harus selalu dihadirkan. Buat tata laksana pelunasan hutang yang baik. Disiplin anggaran dan komiteman pada rencana.

Sebelum itu semua, orang yang berhutang harus evaluasi diri. Kenapa hutangnya tak kunjung lunas. Ada apakah pada dirinya? Dosa apakah yang masih menempel? Dalam tahap ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan:
  1. Perbanyak istighfar,
  2. Bertaubatlah dari segala dosa,
  3. Perbaiki sholat,sebisa mungkin berjama’ah di masjid,
  4. Tambah dengan ibadah sunnah yang utama seperti sholat tahajud, baca qur’an dan sholat dhuha,
  5. Meminta maaf dan meminta doa kepada kedua orang tua,
  6. Temui orang yang memberi hutang dan buat perjanjian baru,
  7. Cari tambahan penghasilan.
Berhutang itu menjadikan manusia terhina di siang hari dan gelisah di malam hari.

Terbit di http://kisahikmah.com