Rabu, 15 November 2017

Pahlawan, apa yang kau cari?




Beberapa hari ini kita merayakan hari pahlawan. Biasanya diperingati 10 November tiap tahunnya. Ada yang merayakan dengan upacara atau berkunjung ke taman makam pahlawan. Kadang upacara malam hari di makam pahlawan. Anak-anak sekolah berkolaborasi dengan tentara upacara disana.

Kalau kita runut sejarah hari pahlawan. Akan banyak peristiwa yang tejadi. Agresi militer Belanda yang menjadi puncak dari sejarah ini. Menanggapi agresi militer Belanda, para ulama berembug dan mengambil sikap. Akhirnya hadirlah resolusi jihad. Panggilan jihad bagi semua komponen bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan. Motor utama adalah ulama. Penggeraknya para santri. Tentara sebagai komponen utama perjuangan juga bersatu padu.

Indonesia hadir dengan semua perjuangan semua komponen. Air mata, darah dan keringat semua orang. Rakyat dan pemimpin bersatu dalam perjuangan. Indahnya Indonesia yang seperti ini. Rakyat dan pemimpin kompak.

Pahlawan adalah komponen terpenting dalam perjuangan. Semua orang yang berjuang adalah pahlawan. Mereka mungkin tidak dapat tanda jasa. Tapi setiap perjuangan dan hitungan dalam amal. Sekecil apapun amal akan ada nilai.

Situs wikipedia menjelaskan pahlawan berasal dari bahasa sanskerta. Pahlawan (Sanskerta: phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Coba kita perhatikan, ada berapa jumlah pahlawan nasional Indonesia. Pasti banyak. Tahun ini pemerintah menetapkan 4 pahlawan nasional baru. Mereka adalah tokoh yang diusulkan daerah untuk jadi pahlawan nasional. Sungguh berbahagia keluarga dan kolega tokoh-tokoh tersebut. Jasad mereka mungkin sudah habis di dalam tanah. Tapi pemikiran dan perjuangan mereka masih ada. 

Sejati apa yang harus dilakukan generasi zaman now agar bisa memaknai hari pahlawan. Apa hanya cukup upacara aja? Atau ada yang lain. Kadang hanya normatif dan ceremonial saja yang selalu dipakai. Karya nyata generasi zaman now harus dioptimalkan. Negara ini butuh tim impian agar negara ini mampu menjadi pahlawan bagi negeranya dan dunia.

Pahlawan hadir karena mereka mampu mengatasi keterbatasan mereka. Berjuang dengan semua yang dimiliki tanpa pamrih. Sikap ini yang harus ditanam dan dilestarikan. Berjuang dengan gigih. Menjadi bagian tim impian Indonesia. Dunia menantikan kiprah manusia terbaik Indonesia dalam menata dunia. Jangan hanya sibuk dalam keributan tanpa ujung. Bersatu dan berkolaborasi untuk Indonesia lebih baik. Cukup berisik sejenak tak berkepanjangan. 

Sesungguhnya pahlawan itu anugrah bukan cita-cita. Berjuanglah dengan baik. Maka serahkan hasilnya kepada khalayak untuk menilainya. Jangan takut berjuang. Takutlah kepada kelemahan untuk tak ikut berjuang. Masih mau jadi penonton atau pelaku? Itu terserah anda.

Selamat hari pahlawan.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar