Kamis, 24 Agustus 2017

Antri, Kenapa Sih Lama?


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KKBI) antri adalah berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dan sebagainya. Secara mendetail antri adalah bagian dari kegiatan yang dilakukan agar tertib dalam pelaksanaan sesuatu.

Pernah ngak kita antri? Pasti pernah semua. Dari hal yang terkecil sampai yang besar. Tapi kadang orang yang antri banyak yang ngak sabar. Ada berbagai alasan untuk menerobos antrian. Padahal kita tahu bagaimana perasaan kalau kita diserobot antrian. Sakit kan? Kita susah nunggu lama kok ada orang yang baru datang langsung nerobos antrian.

Budaya antri bisa menjadi cermin budaya bangsa. Semakin baik budaya antri suatu bangsa akan memberi nilai lebih dengan kepribadian bangsa tersebut. Antri mengajarkan kesabaran dan disiplin. Kita akan merasakan bahwa kesabaran menunggu antrian akan memberi pengaruh dengan tiap pribadi. Disiplin dengan tetap berdiri dengan antrian tanpa mengurangi hak orang lain. Jangan karena keinginan pribadi merusak hak orang lain.

Alasan darurat atau terburu-buru sering jadi senjata untuk ngak mau antri. Dengan jabatan dan kedudukan kadang ini jadi senjata tambahan. Tapi ngak semua kaya gitu juga seh. Kalau kita mau berpikir jernih. Antrian sudah memberi porsi kita tahu kapan dilayani. Jadi selama menunggu kita dapat pergunakan waktu dengan baik. Misal dengan membaca atau menulis ide gagasan tertentu. Jangan hanya untuk melamun atau ngobrol aja.


Di negara jepang atau negara Eropa yang sudah maju. Budaya antri sangat dijunjung tinggi. Semua pelanggaran dalam antrian akan langsung mendapat sanksi. Harusnya kita malu kalau kita ngak bisa antri. Orang Indonesia harus bisa menjunjung tinggi adat dan budaya kebaikan. Secara sejarah bangsa ini adalah bangsa besar.

Seperti pengalaman kemarin ketika antri di bank. Banyak orang yang tidak sabar menunggu. Akhirnya meninggalkan antrian. Padahal sih udah dapat nomor dan tahu akan gilirannya kapan. Sebaiknya pihak teller harus lebih tanggap denga menambah SDM untuk pelayanan. Memang ada satu pelayanan yang cukup lama untuk satu orang. Tapi eman-eman udah lama antri tapi ditinggal pergi. Tapi tak masalah itu sudah jadi pilihan setiap orang.

Pengalaman lain, ada kalanya antri untuk lewat pintu. Padahal pintu sempit. Seyogyanya orang yang mau lewat harus lihat kondisi dulu. Ada cerita dua orang yang lewat pintu gerbang yang sama antara laki-laki dan perempuan. Gerbang itu sempit karena belum terbuka lebar. Yang perempuan dengan susah payah sambil menuntun sepeda. Berusaha lewat. Tapi tanpa tak terduga ada seorang laki-laki yang terburu-buru dari arah berlawanan tanpa bersalah langsung lewat. Akhirnya terjadi tabrakan atau gesekan antar keduanya.

Sungguh aneh sih. Hanya karena terburu-buru laki-laki itu lebih memilih egonya untuk lewat. Padahal kalau mau lebih baik, harusnya bergantian. Atau buka gerbangnya lebih lebar. Tapi ya sudahlah namanya juga orang. Pasti karena terburu-buru dia lupa sekitanya.

Ya inilah pelajaran. Bahwasanya antri mengajarkan kesabaran dan disiplin.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar