Jumat, 19 Mei 2017

Kenalkan Blog mu


Blog media yang mudah diakses. Bentuknya memang macam-macam. Tapi semua informasi pasti awet kalau di simpan dalam blog.


Blog atau website memang perlu pengelolaan yang baik. Harus selalu up date isi maupun bentuknya. Tulisan yang enak dibaca dan mudah dicerna. Informasi yang memang perlu untuk pembaca.



Kadang memang bagi blogger yang baru mengenal blog, semangat selalu ada buat menulis. Template selalu diganti. Tapi kalau udah mulai bosan, ya tahu sendiri pasti blognya suwung atau jarang terurus. Kaya rumah tanpa penghuni. Banyak jaring laba-laba. Debu tebal dan sepi pengunjung.


Padahal kalau blogger rajin nulis. Akan banyak manfaat yang didapat. Tulisan makin baik. Traffic blog meningkat. Nama blognya makin populer. Keren kan.


Ya namanya juga malas. Pasti akan selalu melanda semua orang. Baik blogger atau apapun biasa selalu timbul rasa malas. Inilah penyakit yang sulit dihindari. Malas menghilangkan semangat buat optimalkan blog. Nulis malas ya blognya jadi kurang up date.


Cobalah jelajah blog orang lain. Pasti akan semangat lagi. Cari inspirasi bagaimana mereka bisa konsisten menulis di blog mereka. Bahasa enak dan mengalir kaya orang cerita. Kadang remeh temeh yang mereka tulis. Dari kegiatan pribadi sampai hal yang serius tapi di tulis dengan santai.


Kadang iri juga bisa nulis bagus dan konsisten. Bahasanya juga membumi kaya orang ngomong aja. Ya memang konsisten itu mahal harganya. Nulis selembar aja kadang sulit. Apa lagi nulis banyak. Padahal kalau orang ngomong bisa kuat lama. 


Menulis blog perlu persiapan. Minimal banyak baca buku, dengar cerita orang dan diskusi dengan orang lain. Seringlah ikut forum blogger di daerah sekitar kita. Kalau kita ngumpul sama blogger pasti kita jadi semangat buat nulis. Amunisi seorang blogger ya tulisan. Kalau tulisan baik pasti akan tepat sasaran dalam menembak tujuan.

Cukup gini aja lah. Ngudo roso di hari jum'at ini. Maturnuwun.   

Kamis, 18 Mei 2017

Domain Baru


Domain ibarat alamat yang kita miliki. Semakin mudah dan unik maka domain itu akan menarik. Unik dan mudah diingat itu syarat utama.

Jangan terlalu panjang. Agar orang mudah mengingat. 



Harga domain sekarang banyak yang murah. Dari pakai rupiah sampai pakai dollar. Kisaran dari 50.000 sampai 500.000. Semua tergantung dari nama dan wilayah yang diinginkan.



Bayarnya pertahun jadi bisa dibilang murah banget. Coba kita hitung kalau misal 100.000 dibagi per bulan cuma 8.350 itu pembulatannya. Jadi memang murah banget.

Era digital sekarang, pemerintah juga memberi kemudahan dengan program domain gratis atau murah untuk UMKM. Hebat kan.

Pengalaman kemarin beli domain di https://jogjaweb.co.id/ cukup menarik. Ada diskon dan mereka fast respon. Beli domain .id dengan harga 65.000/tahun. Keren kan.



Terima kasih https://jogjaweb.co.id/

Sudah memberi pelayanan yang baik.

Maturnuwun.

Cari Kerja

Image result for free pict cari kerja

Saat ini angka pengangguran cukup tinggi. Banyak sarjana yang ngangur. Padahal kita tahu jadi sarjana itu pasti sulit perlu keluar biaya banyak, perlu waktu yang tidak sedikit. Semua diperas baik otak maupun harta. Tapi kadang pekerjaan jarang atau langsung dapat.

 
Padahal banyak perusahaan yang mencari pekerja atau pegawai. Tapi masih aja pengangguran banyak.


Kampus atau universitas sudah menyesuaikan skill atau kurikulum dengan kebutuhan industri. Tapi ya masih aja sama kadang kualifikasi perusahaan kurang pas dengan kompetensi lulusannya.


Sekarang kampus juga sudah mewadahi dengan adanya Job Fair. Tapi yang terjadi masih saja angka pengangguran belum menurun.


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi belum menurunnnya pengangguran.
  1. angka angkatan kerja lebih banyak dari angka lapangan kerja
  2. pelamar kerja masih berpikir gengsi dari pada esensi
  3. skill belum bagus dari para pelamar
  4. kurangnya jaringan dan informasi yang menyeluruh.
 Bagi beberapa orang kadang kerja itu tak harus gengsi yang ditonjolkan. Tapi esensi yang di unggulkan. 

Salam. Selamat Belajar dan Bekerja.

Senin, 01 Mei 2017

Hari Buruh

Jangan Bersyukur Menjadi Buruh Tetapi Bershabarlah
Shabar dan Syukur adalah dua hal yang sama mulianya, namun jangan sampai salah tempat dalam memasangkannya di kehidupan.

Misalnya, orang miskin jangan diminta syukur, karena dia akan mensyukuri kefakirannya, tetapi mintalah bershabar agar segera keluar dari kemiskinannya. Orang kaya jangan diminta shabar, karena dia akan lupa diri dengan kekayaannya, tetapi mintalah untuk bersyukur agar menggunakan kekayaannya lebih banyak manfaatnya untuk ummat.

Jadi jika menjadi buruh adalah bagian dari perbudakan modern, maka bagi yang masih menjadi buruh hendaknya jangan bersyukur, tetap bershabar agar segera mengakhiri keburuhannya.
Riset di Perusahaan Boeing thd buruhnya atau karyawannya menyebutkan bahwa mereka yang pensiun di usia 40an, umumnya bisa berpeluang hidup sampai di atas 80, mereka yg pensiun di usia 50an akan berpeluang hidup sampai 70an, dan mereka yang pensiun di usia 60an umumnya akan mati di tahun yang sama.

Penyebabnya adalah ternyata banyak orang berkarir atau bekerja tidak sesuai fitrahnya atau panggilan hidupnya. Menurut Prof Sir Ken Robinson, hanya 2 dari 10 orang di dunia yang jujur dengan jatidirinya, kebanyakan hanya ikut arus dan cari uang bukan makna.
Apa hubungannya dengan pensiun dini? Ternyata dengan pensiun lebih dini maka diharapkan akan banyak waktu untuk silaturahmi, merenung dan menemukan panggilan hidup sesungguhnya atau jatidirinya sehingga kemudian menjadi lebih bahagia dan panjang umur karena menjalani sesuatu yang merupakan panggilan hidupnya.

Sebagai catatan, panggilan hidup tak kenal pensiun, inilah tugas spesifik peradaban yang kita harus tunaikan (dalam rangka menjadi Hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi) sampai Allah mewafatkan kita.
Karenanya Gay Kawasaki, CEO Apple, dalam bukunya, mengingatkan bahwa sebaiknya kita jangan cari uang tetapi cari Makna (meaning), karena jika cari uang maka kelak makna hilang dan uangpun hilang. Tetapi carilah makna, karena jika makna datang uangpun datang.

Seorang mantan Rektor IPB, almarhum Prof Andi Hakim Nasution, mengingatkan, "carilah kebenaran, bukan ketenaran, karena jika mencari kebenaran maka kelak keduanya akan datang bersamaan"
Mari kita didik diri kita dan anak anak kita untuk jujur dan ikhlash dengan fitrahnya, untuk menerima jatidirinya, untuk menyambut panggilan dirinya atau makna hidup sejatinya.
Salam Pendidikan Peradaban
Oleh :  Harry Santosa
 
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak