Senin, 19 September 2016

Ayah Oh Ayah

Peran seorang ayah sangat vital dalam membangun keluarga. Semua keputusan dalam membentuk generasi ada dalam kendalinya. Tanggung jawab ini adalah sebuah beban berat yang harus ditanggung. Jadi ayah adalah bagian dari pengendali sejarah peradaban.

Tugas awal seorang ayah adalah menentukan calon ibu bagi anak-anaknya. Pemilihan harus tepat dan cermat. Pilihlah ibu yang mampu menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Ibu yang mampu memegang amanah dalam proyek peradaban ini. Nikahilah calon ibu yang baik agamanya. Karena itu modal utama dalam mengarungi perjalanan kehidupan.

Dalam kitab suci al-Qur'an, sosok ayah banyak diceritakan. Luqman al Hakim yang mendidik putranya lewat keteladanan dan petuah yang sarat hikmah. Anak diajak dialog dalam menentukan sikap baik kepada lingkungan, keluarga dan kepada sang pencipta. Dialog dibangun dengan indah antara ayah dan anaknya. Luqman menjadi nama surat dalam al-Qur'an yang bisa menjadi pelajaran bahwa ayah adalah pengendali dalam proyek pembentukan generasi.

Sosok Nabi Ibrahim yang sering disebut sebagai bapaknya para nabi. Beliau mengajarkan arti ketaatan dan pengorbanan bagi anaknya khususnya nabi Ismail. Dialog selalu dibangun dalam memberi pendidikan. Bagaimana sosok Nabi ibrahim yang berdialog dengan nabi Ismail bahwa ketaatan selalu diiringi dengan pengorbanan. Sungguh indah menjadi keluarga tersebut.

Ketika bangunan keluarga telah kokoh. Ingatlah perintah agar seorang ayah melindungi keluarganya dari api neraka. Perintah ini adalah bagian dari membangun kekompakan tim. Agar semua tim atau keluarga ini finis dengan baik di akhir kehidupannya. Superteam adalah bagian dari parameter idealnya keluarga. Ayah harus selalu memperhatikan timnya agar selalu baik dan kompak. 

Mendidik itu panjang dan melelahkan. Pendidikan adalah proses panjang dalam kehidupan. Seorang ayah harus siap akan hal itu. Selalu up date dan siap dalam segala kondisi. Leader yang baik adalah orang yang mau turun tangan dan berproses bersama. Jangan menyerah dengan kondisi semua pasti akan sampai pada waktunya.


Kamis, 01 September 2016

Ketika Anak Sakit

Sakit memang bisa datang kapan saja. Anak-anak kadang mudah sakit. Mereka masih rentang dengan sakit. Sistem kekebalan tubuh anak-anak memang lebih mudah ditembus oleh kuman, virus atau bakteri. Kebersihan adalah cara ampuh mencegah sakit.

Bagi orang tua ketersediaan alat kesehatan mutlak ada di rumah. Kotak obat dan termometer mesti ada. Anak-anak ketika sakit biasanya ada indikasi panas suhu tubuhnya. Alat yang pertama digunakan adalah pengukur suhu. Orang tua mesti paham berapa derajat suhu normal tubuh. Angka 36 derajat celcius adalah angka normal suhu tubuh. Jadi ketika anak diatas suhu normal orang tua perlu waspada.

Sebisa mungkin untuk mencatat tahapan sakit. Semua catatan itu berguna ketika akan periksa. Catat kapan mulai panas dan berapa suhu badannya. Ingat ketika panas sudah 3 hari sebaiknya dicek ke laboraturium. Cek darah rutin untuk melihat kondisi kesehatan anak.

Berikan kompres yang terbaik untuk anak ketika panas. Jika ada bawang merah dan jeruk nipis kedua bahan ini bisa digunakan untuk kompres. Parut bawang merah kemudian campur dengan air perasan jeruk nipis dan balurkan di kepala. Dianjurkan untuk banyak memberi minum pada anak. Jika menghendaki obat bisa meminumkan obat penurun panas.

Ketika akan periksa siapkan kartu periksa. Kalau punya kartu BPJS atau KIS (Kartu Indonesia Sehat) siapkan pula. Persiapkan fotocopy kartu KIS atau BPJS, akta anak, Kartu BPJS orang tua, KTP orang tua dan juga KK (Kartu Keluarga). Hal ini disiapkan dalam satu tempat biar mudah dibawa. 

Datang ke Faskes (Fasilitas Kesehatan) I yang tertera di kartu BPJS atau KIS. Kondisi diri dan anak agar tenang. Jangan panik agar dokter bisa memeriksa dengan baik. Usahakan datang dengan tenang dan aman. Jangan lupa membawa keperluan di atas agar mudah proses periksanya. 

Semoga orang tua bisa mengoptimalkan semua fasilitas yang ada agar kesehatan bisa didapat. Kesehatan itu mahal tapi kadang lalai dalam menjaganya. Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Salam sehat.