Rabu, 31 Agustus 2016

Ketika Malas


Malas adalah rasa dimana semua yang manusia lakukan tidak memberi dampak kebaikan. Sikap selalu hadir dan datang dikala manusia sedang kosong segala hal. Manusia yang miskin ibadahnya akan mudah dilanda rasa malas. Seseorang yang rajin ibadah dan benar pemikirannya pasti akan terhindar dari rasa malas.

Malas hadir dari dalam diri. Rasa ini memang selalu datang pada diri manusia. Potensi akan selalu ada tapi selalu ada cara untuk menghilangkan sikap ini ketika manusia mampu bertahan untuk tidak malas. Kehilangan potensi itu bisa jadi karena manusia malas dalam segala hal. Pemalas pasti akan merugi dalam setiap sisi kehidupannya.

Makanya Rosulullah selalu berdoa pagi dan petang untuk dihindarkan dari kemalasan. Karena beliau tahu bahwa malas akan selalu ada pada manusia dan merugikan bagi manusia. Umat yang malas tak mampu membuat perubahan bagi dunia. Umat ini hanya akan menjadi umat yang tertindas dan terbelakang. Kemajuan umat atau bangsa dimulai dari pribadi yang rajin untuk maju. Kemajuan hanya akan diraih bagi orang yang rajin.

Orang pintar yang malas akan kalah dengan orang yang rajin. Ketekunan adalah lambang kerajinan. Kelebihan orang yang rajin adalah mereka selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Maju dan maju itu prinsip orang yang rajin. Kepintaran harus selalu diimbangi dengan kerajinan atau ketekunan. Kerja keras dan kerja cerdas adalah keseimbangan menuju kemajuan.

Bangsa indosia selalu memiliki etos kerja yang baik. Bangsa ini dibangun dari perjuangan para pahlawan dengan segala kegigihannya. Kemalasan semua mereka hilangkan. Bayangkan apabila pejuang malas berjuang maka bangsa Indonesia tak akan pernah merdeka. Para pahlawan korbannya semua baik jiwa, raga dan harta. Jadi jangan nodai perjuangan mereka dengan kita malas dalam mengisi kemerdekaan.

Kemalasan ini adalah simbol dari kaum yang terbelakang. Kehidupan ini tak akan baik kalau masih ada kemalasan. Kalau orang tua malas bekarja maka akan timbul kemiskinan keluarga. Kalau birokrasi malas bekarja maka akan timbul pelayanan yang tidak baik bagi masyarakat. Kalau presiden malas bekerja maka akan hancur negaranya. Memang mala situ bahaya. Tinggal kan malas mari rajinlah dalam kebaikan.

Selasa, 30 Agustus 2016

Anak-anak itu ‘Alarm Alam’


Anak-anak selalu memberikan warna dan ciri khusus. Mereka selalu akan mencontoh perilaku orang tua. Tahapan imitasi atau meniru sangat cepat dan reaktif. Semua yang anak selalu ingin menjadi seperti orang tuanya. Orang tua yang baik harus bisa menjaga sikap dan perilaku agar anak-anak bisa meniru yang baik dari orang tuanya.
Perkataan dan perilaku selalu akan dilihat dan ditiru. Kadang anak-anak belum tahu maksud dan perkataan mereka. Anak-anak hanya bisa meniru. Hati-hati agar anak-anak tidak meniru yang kurang baik apalagi yang buruk.
Semua pasti akan senang jika anak-anak selalu menjadi baik. Kebaikan selalu dimulai dari rumah atau suasana rumah yang baik. Rumah adalah surga bagi penghuninya. Ibarat rumah ada sumber kekuatan untuk bisa menghadapi semua kehidupan. Rumah yang baik akan melahirnya keluarga yang baik.
Ketika anak-anak sudah tahu akan kewajiban sholat. Mereka akan selalu memberi ajakan dalam setiap waktu sholat. Setiap adzan berkumandang anak-anak akan selalu menjadi alarm alami. Pengingat yang baik dalam mengajak orang untuk datang ke masjid. Ketika mereka mengajak ke masjid orang tua harus senang dan bahagia. Bersamai mereka untuk selalu ke masjid. Jaga dan arahkan agar tumbuh menjadi generasi yang taat dan patuh kepada Allah.
Sungguh mendidik anak-anak yang telah menjadi amanah terbaik ini memang ‘gampang-gampang susah’. Generasi telah menjadi amanah orang tua di masa depan. Ketika orang tua sukses mendidik anak-anaknya. Maka amal jariyah ini yang akan menjadi penyelamat bagi orang tua. Anak-anak yang sholih akan mendoakan orang tuanya di masa depan baik masih hidup atau sudah mati. Doa anak sholih merupakan amal jariyah yang selalu menjadi idaman bagi semua orang tau di dunia.
Maka bangunlah rumah tangga yang baik. Mulailah pondasi dengan baik. Tanamkan pada pribadi orang tua dengan bangunan aqidah yang baik. Jangan goyah aqidah ini. Setelah itu bangun ibadah yang baik. Aqidah dan ibadah adalah pemberi pengaruh yang akan member berkah dan ridho dari Allah. Setelah itu bangun dengan akhlaq yang karimah atau sikap yang baik terhadap sesama. Berikan contoh kebaikan kepada anak-anak dan keluarga, jagalah mereka dari api neraka.

Minggu, 28 Agustus 2016

Perjuangan Menikah


Setelah ada jawaban bahwa pemuda itu bisa melanjutkan bisa untuk menikah. Langkah setelahnya adalah khitbah atau melamar. Peristiwa ini juga unik dan memberi banyak cerita. Pemuda itu berjanji dengan calon insyaallah akan silahturahim setelah lebaran. Tetapi sebagai prolog dia dan guru ngajinya diminta untuk hadir terlebih dahulu pas ramadhan awal. Sungguh ini juga bagian dari proses pengkondisian agar pemuda itu dan keluarga calon bisa satu frekuensi. Saat itu guru ngajinya mau asal ada kendaraan. Padahal jalan berbukit dan menanjak harus kita lalui. Alhamdulillah pemuda itu dibantu kakak calon istri. Beruntung banget. Perjalanan cukup lancar dan tanpa halangan apapun. Buah tangan dari hasil keringat sendiri sudah terbeli. Saat itu guru ngajinya sedang flu berat, tapi demi kelancaran anak didiknya beliau mau hadir dan membersamai untuk silaturahim. Terima kasih untuk pengorbanannya.

Saat khitbah pemuda itu dan keluarganya musyawah tentang teknis dan apa saja yang diomongkan. Dia mentraining bapaknya untuk bisa ngomong di depan umum. Maklum bapaknya seorang pemalu ketika di depan umum. Kadang aneh dan lucu masak anak training bapaknya buat melamar. Tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi. Pengalaman pertama juga buat bapak pemuda itu melamar anak gadis buat anak bujuangnya.

Hari itu pun datang. Pemuda bingung mau naik apa ya kesana. Akhirnya dia putuskan untuk naik motor dengan kawan seperjungan. Dia mau mengantar walapun awalanya agak ragu tapi setelah pemuda itu paksa akhirnya kawannya mau. Sungguh ini adalah perjuangan yang harus dilalui. Kata orang kalau orang yang nekat tapi pasti bisa. Nekat melamar ini memang prinsip dalam hidup. Nekat tapi terarah.

Ketika perjalanan menuju rumah calon istri, ibu pemuda itu berujar, “iki kok adoh men le” terjemahnya ini kok jauh banget nak. Tapi inilah yang harus di lalui. Jalan berbukit dan agak licin. Maklum waktu itu musim hujan dan jalan masih agak berlumpur. Alhamdulillah mereka selamat sampai tujuan walapun sebelum sampai rumah ketika akan menanjak motorku yang aku kendarai bersama ibu agak kurang kuat untuk menanjak dan hampir mundur ke belakang. Tapi aman tak ada insiden dalam perjalanan.

Ketika sampai di rumah calon mertua mereka disambut dengan kehangatan dan makanan. Sungguh acaranya penuh dengan orang. Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan terus dilanjutkan dengan cara inti yaiutu lamaran. Sungguh ketika bapak pemuda itu melamar untuk anaknya, matanya berkaca-kaca karena haru. Pemuda itu hanya diam dan tertunduk hikmat. Sungguh sangat menyentuh.

Setelah itu ada momen jawaban baik dari perangkat desa dan juga calon istri. Kemudian ada hal baru yaitu adanya penandatangan komitmen yang bermaterai. Komitmen ini dibuat agar menjaga kehormatan bagi calon istri. Inti dari komitemen ini apabila calon suami tidak melaksungkan akad nikah karena alasan yang tidak jelas maka calon suami akan di denda 20 juta rupiah. Sungguh ini aturan yang unik dan menarik. Karena ini adalah proteksi untuk kehidupan calon istri di masyarakat.

Inilah kisah pemuda yang nekat mungkin sedikit memberi gambaran bahwa ridho dan doa  selalu menjadi kenangan indah. Hikmah dari semua peristiwa ini membingkai kehidupan ini. Ridho dan doa orang tua adalah sumber kekuatan dan kelancaran dalam berbuat. Semakin kita mendapat jatah ridho dan do’a semakin banyak akan membuat seorang anak lancar jalannya. Ibarat kalau balapan kita pakai ferari atau pakai ducati di jalan tol. Semoga kita selalu mendapat ridho dan do’a orang tua. Amiin.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Drama Ta’aruf



Dialog yang selalu pemuda itu ingat ketika dia mengutakan niat untuk menikah.
Guru Ngaji  :”, akhi, antum sudah siap dan mntab untuk menikah?’
Pemuda       : “ insyaallah akh”
Guru Ngaji  :” kalau antum serius antum segera isi dan buat data diri antum yang lengakp dan jelas”
Pemuda      : “siap”.

Dialog sederhana ini akan selalu kuingat. Lewat guru ngajinya pemuda itu belajar tentang kesabaran dan keikhlasan. Memang jalan meuju pernikahan adalah jalan panjang. Jangan anggap nikah itu pendek.

Tiga pekan setelah pemuda itu membuat data pribadi, foto di studio agar kelihatan keren. Akhirnya dia dapat telpon dan sms agar dia mengambil data akhwat calon untuk ta’aruf. Perjuangan ini dimulai. Data akhwat pertama langsung dia baca dan dia pilih. Sayangnya setelah dia pilh ternyata orang tua akhwat kurang setuju karena dia belum lulus. Sungguh ini adalah cobaan pertama dan tamparan yang cukup telak bagi seorang pejuang dalam menikah. Tapi hidup tak selebar daun kelor. Akhwat tak sekedar hanya ia seorang. Pemuda itu harus iklhas dan sabar. Kalau kata lagu sekarang itu “sakitnya tu disini” sambil pegang dada.

Perjuangan tak harus berhanti disana. Dia harus maju akhirnya dia dapat lagi biodata akhwat tetapi dia belum sreg akhirnya aku kembalikan lagi. Sekarang malah dia yang menolak. Tapi ini bukan balas dendam atas penolakan pertama. Ini memang dari hati dan hasil konsultasi. Setelah menungggu lama, akhirnya datang juga biodata akhwat. Sungguh ini harus benar-benar memilih yang terbaik.  Akhirnya dia pilih akhwat terbaik dari pucak bukit. Akhwat ini satu angkatan dan satu kampus. Tapi tak pernah ketemu sungguh lucu dan mengejutkan. Setelah sreg dia konsultasi dengan guru ngajinya dan akhirnya disepakati bahwa tanggal untuk ta’aruf.

Momen ini merupakan momen yang menegangkan. Guru ngajinyai memberitahu tempat dan waktunya. Sayang dia harus datang sendiri karena guru ngajinya tak menemani. Sungguh ini adalah tes mental dan pengetahuan. Dia paham karena peristiwa ini juga belum dialami guru ngajinya jadi wajar kalau beliau menyuruhnya datang sendiri. Hal menarik yang selalu menjadi kriteria. Data pemuda itu kata akhwat itu terlalu simple dan membingungkan. Mungkin karena ada kata-kata yang belum aku pahami. Tapi ada pesan singkat yang mampu menjadi acuan. Ada 3 hal kriterianya buat calon istri. Satu, akhwat jogja, kedua, sholihah dan ketiga menerima aku apa adanya. Memang simpel dan padat tetapi berefek kepada masa depan pemuda itu.

Dalam sesi ta’aruf pemuda itu diberondong banyak pertanyaan. Akhwat tersebut tidak sendiri dia bersama guru ngaji dan kakak laki-lakinya. Sungguh pemuda itu bagai bertanding dengan 3 orang. Tapi dasar pemuda itu orang yang cuek dan siap mental. Pemuda itu menjawab dengan baik dan penuh optimisme. Akhirnya dengan segala jawaban dan argumentasi akhirnya selesai sudah. Tapi ada pesan khusus bahwa pemuda itu harus menjelaskan kriteria kepada orang tua. Agar orang tua mampu melihat dan tidak kaget akan latar belakang calon istri. Dan juga jawaban akan lanjut tidak setelah 1 pekan.

Cerita bersambung ya. Insyaallah akan ditulis lagi. Salam Bahagia.

Jumat, 05 Agustus 2016

Komunikasi Pengantin Baru


Pengantin baru adalah pasangan yang baru menempuh hidup bersama. Dua insan ini pasti ada perbedaan dalam segala hal. Komunikasi dua insan ini cukup memberi banyak pelajaran dan hikmah. 

Sejatinya ketika dua insan yang telah mengikat janji pasti tahu akan konsekuensi dalam realisasi. Janji suci dalam pernikahan adalah janji yang mengaitkan banyak hal. Janji untuk bisa saling memahami dan setia sampai akhir hayat.

Mereka tahu banyak komunikasi harus saling menyambung. Komunikasi harus dua arah agar pesan tersampaikan dengan baik. Kedua belah pihak harus paham dengan baik akan keadaan masing-masing. Semua informasi harus disampaikan secara jelas dan baik.

Pertama yang harus dilakukan pengantin baru adalah saling membuka diri. Hal yang ringan adalah bertanya tentang hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai. Suami dan istri harus paham akan hal tersebut. Semua harus menerima apa adanya tentang kekurangan masing-masing pihak.

Setelah pasangan pengantin itu tahu seluk beluk pasangannya. Berusaha lah untuk berbuat baik dengan pasangan masing-masing. Jangan sakiti perasaan pasangan baik dalam perkataan dan perbuatan. Hal ini dapat memicu konflik ketika pasangan belum mampu mengendalikan diri agar tak menyakiti.

Ego masing-masing pasangan harus bisa dikendalikan. Sebab ego adalah penghalang dalam berkomunikasi. Setiap pasangan harus bisa sinergi agar komunikasi berjalan dengan baik. Jangan pula memaksakan kehendak agar komunikasi lancar. Setiap paksaan hanya akan memberi pemicu dalam konflik.

Kedudukan antar pasangan juga harus setara. Tidak ada sekat dalam berkomunikasi. Suami dan istri harus bisa duduk bersama agar apa yang disampaikan bisa masuk dalam pikiran dan hati. Sehingga menjadi tindakan yang nyata. Tindakan yang lahir dari komunikasi yang baik akan menghasilkan perbuatan yang baik.
Setiap pasangan muda harus bisa memberi porsi yang lebih dalam berkomunikasi. Ibarat agenda bulan madu harus bisa memberi nuansa yang nyaman antar kedua belah pihak. Jadi ketika bisa berdua curahkan semua dalam komunikasi yang baik. Biasanya seh membangun keluarga yang baik berawal dari komunikasi yang baik. Diskusi dalam cita-cita keluarga dan proyek masa depan. 

Tim yang baik akan terbangun apabila semua komponen mampu membangun komunikasi yang baik. Ayo kita bangun keluarga baru ini dengan komunikasi yang baik. Selamat berjuang.

Kamis, 04 Agustus 2016

Lelaki langit


Sungguh indah cerita lelaki ini. Ia hidup di masa yang dikatakan sebagai masa pencerahan Islam. Walau dia jauh dari sang nabi tapi rasa cinta dengan Rasulullah sangatlah dalam. Padahal jarak memisahkan mereka. Belum ada gadget atau transportasi yang canggih.

Jarak yang jauh bukan masalah untuk dia menemui rosul. Keinginan untuk bertemu rosul sangat tak terbendung. Dia berpikir bagaimana cara untuk bertemu rosul. Padahal dia tanggung jawab untuk menjaga ibu yang sudah renta. Semua ia pikirkan. Tentang rencana untuk bertemu rosul. Dia mulai bekerja keras dengan tujuan untuk bekal perjalanan. Semua kebutuhan dia siapkan. Mulai untuk bekal dia dalam perjalanan sampai bekal untuk ibundanya ketika ia tinggal. Rencana itu sudah lelaki ini persiapkan dengan matang. Dia titipkan ibundanya kepada tetangganya.

Setelah semua sudah dia pamit kepada ibundanya a. Pesan Ibunda lelaki ini cukup sederhana yaitu ketika sudah sampai Madinah apabila tak bertemu Rasulullah langsung pulang jangan bermalam disana. Cukup sederhana tanpa pesan yang muluk-muluk. 

Perjalan pun dimulai. Lelaki ini berjala dengan pedagang yang berniaga menuju Madinah. Perjalanan panjang yang melelahkan sungguh jarak yang cukup jauh. Biasanya jaman itu perjalanan memakan waktu berbulan-bulan.

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan lelaki ini sampai Madinah. Tapi sayang Rasulullah tidak ada disana. Beliau sedang pergi berperang. Lelaki ini agak kecewa tapi tak masalah bagi dia. Walau tak bertemu dengan rosul perasaan rindu untuk bertemu sudah sedikit terobati dengan bisa hadir di Madinah. Lelaki ini hanya bertemu dengan Aisyah istri Rasulullah.

Pesan Ibunda masih ia ingat. Akhirnya dia niatkan untuk pulang. Niat untuk menunda dia singkirkan karena ia harus berbakti kepada Ibunda. Semua resiko harus dia ambil agar bisa menaati pesan itu. Kalau dipikir sejauh ini lelaki ini selalu taat kepada Ibunda. Sungguh indah rasa cinta dan bakti lelaki ini. Sehingga ia pantas disebut lelaki langit. 

Padahal di daerah tempat tinggalnya dia dikenal sebagai lelaki biasa. Lelaki miskin yang hanya tinggal dengan Ibunda. Tetapi lelaki ini dikenal oleh semua makhluk langit sebagai lelaki langit. Lelaki ini disebut namanya oleh Rasulullah sebagai lelaki yang berbakti kepada ibundanya. Dia uwais al qorni. Rasa cinta kepada rosul dan cinta kepada ibundanya yang menjadikan ia sebagai lelaki langit. Mau kah kau jadi lelaki langit?

Rabu, 03 Agustus 2016

Pembelajar Sejati


Belajar adalah proses yang akan dilalui setiap manusia. Proses ini selalu hadir selama manusia hidup. Belajar itu dari buaian sampai liang lahat. Belajar itu sesuatu sepanjang hidup.

Manusia hidup harus bisa menjadi pembelajar sejati. Jangan patah arang dalam proses ini. Banyak tokoh terkenal dunia yang gigih dalam belajar. Mereka selalu belajar kapanpun dan dimana pun. Hasil karya tokoh ini cukup banyak memberi warna dunia. Setiap gerakan perubahan pasti ada tokoh intelektual yang berpengaruh di dalamnya.

Masih ingat bahwa tokoh Muslim yang patut dicontoh dalam hal belajar adalah prof. Hamka. Beliau adalah tokoh yang mendunia. Hasil karyanya cukup banyak dan diakui dunia. Sungguh bangga Indonesia memiliki tokoh seperti beliau.

Semenjak kecil beliau termasuk anak yang senang belajar. Merantau dari satu daerah ke daerah lain untuk belajar. Belajar dari ayahnya yang juga tokoh Muslim yang terkenal. 

Ketika pergolakan negeri ini terjadi prof Hamka juga dipenjara. Tuduhan demi tuduhan berdatangan. Tetapi semangat beliau tak putus untuk belajar dan berkarya. Dalam penjara beliau mampu menghasilkan karya fenomenal yaitu tafsir Al quran yang diberi nama Al-azhar. Tafsir ini juga diakui sebagai hasil karya yang bagus. Univertas Al Azhar memberi predikat yang baik untuk tafsir ini.

Jadi keadaan apapun jangan menjadi alasan untuk tak belajar. Selain karya tafsir prof Hamka juga menghasilkan karya seni. Mulai dari novel  di bawah lindungan Ka'bah dan tenggelamnya kapal Van derwij. Dua karya ini banyak di minati pembaca. Selain dalam bentuk novel karya tersebut juga di buat film. Sungguh komplit kebakaran beliau. Mulai dari agama, seni dan sosial beliau kuasai.

Semangat belajar ini juga harus menular kepada generasi muda. Di tangan mereka nanti negara Indonesia akan maju. Ketika pemuda semangat dalam belajar dan bisa menghasilkan karya maksimal maka negara akan maju. Budaya baca, tulis dan aksi harus selalu ada. Jangan biarkan pemuda hilang dari kebiasaan itu. Di era digital ini semua mudah di dapat. Berbagai infomasi dan ilmu sudah komplit di hadapan.

Jangan patah semangat belajar bisa kapanpun dan dimana pun. Belajar itu proses hidup. Sebisa mungkin setelah belajar bisa menghasilkan karya. Selamat menjadi pembelajar sejati.

Selasa, 02 Agustus 2016

Ikhlas itu Penting




Perbuatan itu sesuai dengan niatnya. Kadar atau nilai dari perbuatan akan mencerminkan niat pelaku. Kadang setiap perbuatan akan memberi dampak baik atau buruk. Niat yang baik akan memberi kebaikan dalam amal atau perbuatan. Awali semua amal Dengan niat yang baik.

Setelah niat yang baik. Dalam proses amal harus tepat porsinya. Cara yang baik akan memberi kemudahan dalam berproses. Perencaan yang baik adalah bagian dari kesuksesan amal. Proses ini jangan sampai ternodai karena mengejar hasil belaka. Amal harus taat pada asas. Ketaatan dalam berproses itu juga bagian dari nilai dasar amal.

Ketika amal telah tuntas. Hasil dari amal akan hadir. Kadang hasil ini yang selalu dinanti. Menunggu hasil atau buah dari amal perlu kita perhatikan. Jangan takut atau gundah ketika hasil tak sesuai dengan harapan. Perlu ikhlas dalam menerima hasil yang di dapat.

Ikhlas itu harus selalu di pupuk dari awal. Ikhlas ketika memulai, berproses dan akhir amal. Semua rangkaian amal harus selalu ikhlas. Ikhlas itu juga merupakan iman bagi seorang muslim. Orang yang ikhlas itu akan selalu ringan dalam melangkah. Beban apapun pasti akan mudah dibawa. Masalah sesulit apapun akan mudah selesai. Keadaan apapun pasti akan mudah dilalui. Stress akan hilang seketika. 

Ikhlas itu penting. Baik sendiri atau bersama ikhlas harus selalu ada. Baik dipuji atau dicaci ikhlas juga ada. Jangan takut untuk selalu memupuk sikap ini. Berbekal ikhlas para nabi mampu memegang risalah dan berdakwah. Ujian demi ujian bisa dilalui dengan ikhlas. Musibah seberat apapun dengan bekal ikhlas semua akan mudah dilalui.

Dendam berkepanjangan akan menjadi penyakit. Obat mujarab nya adalah dengan ikhlas. Dendam itu bagaikan tumpukan penyakit yang hanya memberi beban bagi pelaku. Ibarat debu yang menumpuk di kaca. Ikhlas adalah bagai air yang siap menguyur debu dari kaca. Ketika kaca sudah bersih maka akan mudah digunakan dan bisa berfungsi lagi.

Manusia hadir dengan segala masalah dan beban. Semua sudah menjadi bagian dari hidup. Bekal utama kehidupan agar mudah manusia harus ikhlas. Selama dia masih hidup maka ikhlas lah dalam beramal. Amalan yang dibingkai dengan ikhlas akan menjadi lebih indah ketika dipandang. Maka jadilah manusia yang ikhlas sampai akhir hayat. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang ikhlas. Amin ya rabbal 'Al-Amin.

Senin, 01 Agustus 2016

Sombong adalah api


Manusia selalu bangga dengan apa yang dia miliki. Akan selalu timbul sikap yang menjadikan diri lebih baik dari yang lain. Semua pasti akan memberi dampak dalam bersikap dan berperilaku. Sikap yang baik harus selalu ada dalam tiap manusia. Jangan karena sesuatu yang kita miliki kita menjadi sombong dan merasa lebih baik dari pada yang lain.

Kesombongan yang membawa iblis kedalam kenistaan. Kesombongan yang membawa Fir’aun dalam keruntuhan. Kesombongan yang membawa Qorun dalam kehancuran. Sikap ini selalu membawa petaka bagi pelakunya. Sungguh sombong bagai api yang menghancurkan segalanya.

Membaca kisah manusia masa lalu yang mendapat azab pasti ada sikap sombong kepada Tuhan Nya. Mereka tahu bahwa melanggar aturan Tuhan itu salah, tapi mereka tetap melakukannya karena tiada rasa takut akan kemurkaan Nya. Sombong selalu tertanam dalam jiwa manusia yang akan membawa nestapa.

Sombong adalah sifat Allah dalam asmaul husna. Jangalah sebagai hamba Allah kita ambil sifat itu. Sifat itu adalah milik Nya. Manusia sebagai hamba yang baik harus selalu taat dan patuh atas segala ketentuan dan aturan yang telah diberikan.

Potensi sombong selalu hadir karena ada beberapa faktor pendukung. Pertama, karena miliki harta yang berlimpah. Kedua, karena memiliki jabatan yang tinggi. Ketiga, karena keistimewaan dalam segala hal. Kita patut waspada agar tidak terlena dengan segala nikmat yang telah diberi. Kesombongan selalu akan membawa keburukan kalau kita menjadi pelakunya.

Sebagai umat islam yang memiliki tauladan yang nyata. Kita patut meneladani nabi Muhammad, SAW. Beliau adalah manusia pilihan yang diutus Allah sebagai nabi dan rasul terakhir bagi kita semua. Beliau adalah manusia yang mulia dalam bersikap kepada siapapun. Hidup sederhana dan bersikap adil kepada siapapun. Tak pernah ada sikap sombong dalam hiudpnya. Sebagai pemimpin tertinggi tidak niat untuk bersikap sombong. Sebagai saudagar yang sukses tak ada sombong dalam gaya hidupnya. Sebagai penerima wahyu yang punya hak istimewa tak ada keinginan sombong dalam betindak. Rendah hati selalu menjadi sikap beliau. Sungguh indah hidup kalau kita tak sombong.


Sombong bagai api. Dia akan membakar semua yang kita miliki. Amal baik, ibadah, dan kewibaan akan hilang dalam sekejap kalau kita sombong. Hindarilah sifat sombong jika engkau ingin selamat dunia akhirat. Semoga kita selalu menjadi umat yang bisa meneladani sikap nabi kita dalam menghindari sifat sombong.