Minggu, 31 Juli 2016

Sahur itu unik


Bangun sahur ada perkara yang sulit. Kita diminta bangun di malam hari sebelum shubuh untuk makan sahur. Makan dengan menu yang sederhana itu juga nikmat. Tapi kantuk yang selalu melanda adalah godaan sendiri ketika melakukan sahur. Padahal manusia diminta makan sahur itu ada sesuatu yang istimewa dalamnya.

Semangat sahur selalu ada ketika kita bahwa makan sahur adalah ibadah dalam puasa. Makan sahur yang baik akan memberi dampak yang baik dalam puasa. Disamping dari sisi kesehatan makan sahur akan memberi energi dalam mengarungi puasa dalam sehari. Artinya sahur punya nilai yang cukup penting dalam puasa ini.

Manajemen sahur sangat membantu dalam berpuasa. Rosulullah mengajarkan untuk sahur diakhirkan. Ini memberi arti bahwa makan sahur yang baik yang mendekati waktu shubuh. Makan sahur rata-rata 15 menit. Sebaiknya makan sahur cukup yang sederhana tetapi syarat gizi. Ada keseimbangan antara lauk, sayur dan makanan pokok. Para ibu rumah tangga selalu progresif dalam menyiapkan sahur. Mereka selalu memberi yang terbaik dalam menyiapkan sahur. Sebaiknya makanan sahur yang lama dicerna agar kuat sampai menjelang berrbuka puasa. Semua keluarga harus berpartisipasi aktif dalam sahur. Yang paling sedehana adalah untuk bisa mudah bangun dalam makan sahur. Jangan memberatkan para ibu yang sudah menyiapkan sahur dengan susah ketika dibangunkan untuk makan sahur. Semua harus membantu dalam menyiapkan sahur. Anak-anak diajari untuk menyiapkan sahur. Minimal dengan menyiapkan piring di tempat makan.

Setelah sahur kita sipakan untuk shalat shubuh berjama’ah. Setelah sholat shubuh kita cek rumah dan sekitar. Kalau ada yang kotor kita bersihkan, kalau ada yang berantakan kita rapikan. Sebab kalau kita tanpa aktivitas pasti akan tidur setelah shubuh. Setelah membersihkan dan merapikan sekitar kita, bisa kita isi dengan dzikir dan membaca al-Qur’an. Setelah semua dilaksanakan mari kita siap-siap untuk bekerja. Jangan biarkan semangat bekerja luntur karena puasa. Justru harus semangat ketika bekerja.


Setelah kita tahu bahwa sahur itu unik. Kita harus selalu memberi porsi yang baik dalam sahur. Jangan tinggalkan sahur karena kita masih tidur pulas. Kalau kita berhasil sahur tiap hari dalam sebulan berpuasa, ini bisa menjadi modal untuk bisa bangun di sepertiga malam untuk beribadah. Memang madrasah ramadhan adalah bekal dalam mengarungi hidup dalam satu tahun. Hidupkan ramadhan dengan beribadah agar kita mampu menjadi lulusa terbaik dalam madrasah ramadhan. Semoga sukses.  

Sabtu, 30 Juli 2016

Puasa Itu Prihatin


Bulan ramadhan yang selalu dinanti. Datang setiap tahun dengan memberi warna dalam setiap langkah kehidupan manusia. Banyak keistimewaan yang hadir. Semua manusia merasakan itu.
Ramadhan selalu memberi dampak. Segi spiritual yang menjadi lebih kentara. Sisi ekonomi memberi kesempatan bagi orang-orang yang mengais rezeki di bulan ini. Sisi sosial banyak orang berlomba-lomba untuk beramal kebaikan dan sedekah.

Ibadah utama dalam bulan ramadhan adalah puasa. Rukun iman yang ke empat yang ibadahnya lebih bernuansa pribadi. Pahalanya pun hanya Allah yang akan memberi. Sungguh puasa itu tidak kentara dalam pribadi. Tak nampak tapi berdampak. Sungguh puasa adalah ibadah yang tak nampak secara lahir. Bagaimanapun puasa lebih identik dengan ibadah pribadi.

Tapi sesungguhnya puasa itu merupakan bentuk kesetiakawanan sosial. Kita diminta untuk menjauhi yang bulan dalam berpuasa. Makanan dan minuman adalah barang mubah tapi dalam puasa diminta untuk menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar sampai tenggalam matahari. Ya itulah puasa.

Seandainya kita tahu bahwa puasa adalah betuk ekspresi prihatin. Manusia yang berkecukupan pasti jarang kekurangan makan dan minum. Barang pokok itu selalu ada. Coba bayangkan masyarakat yang kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan pokok pasti sering merasakan kekurangan tersebut. Inilah yang menjadi hikmah bahwa masih banyak saudara kita yang harus berpuasa karena keadaan ekonomi.

Ketika kita berpikir cerdas dan bijak. Harusnya bulan puasa kita bisa lebih banyak berbagi dari pada menumpuk untuk pribadi. Berikan yang terbaik untuk saudara kita yang kekurangan. Jangan biarkan saudara kita kelaparan padahal kita mampu untuk membantu. Data masyarakat sekitar kita. Sejauh mana tingkat kemiskinan dan apa saja faktornya. Manusia yang baik pasti akan memberi kebaikan pada sekitar. Jangan biarkan diri ini hadir tanpa arti.


Berawal dari belajar prihatin. Kita akan gelisah memikirkan sebuah aksi nyata untuk perbaikan. Kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang kurang mampu. Kita patut bersyukur masih bisa memenuhi segala kebutuhan pribadi dengan baik. Semua harus ada aksi nyata. Sedikit demi sedikit tapi istiqomah pasti akan memberi perubahan dalam keadaan. Jangan hanya  diam, kita harus bergerak agar semua kemiskinan, kebodohan dan keburukan bisa hilang. Berawal dari puasa kita bisa menjadi orang yang peka dan mampu berempati dan simpati terhadap kaum yang lemah. Ayo kawan kita sempurnakan puasa ini dengan menjadi yang bermanfaat di sekitar kita.