Rabu, 21 Oktober 2015

Flu

Saat ini orang di rumah banyak yang sakit. Flu dan batuk jadi penyakit utama saat ini. Mereka menyerang saat musim panas melanda hujan belum datang. Suasana ini memberikan pelajaran bahwa alam selalu akan berdampak pada semua manusia. Mereka bergerak manusia akan kena dampaknya.

Tapi dasar anak2 mereka tetap senang walau flu dan batauk menerpa. Tetap riang dan senang apapun keadaannya. Aku senag melihat suasana ini. Walau sakit tak ada beban untuk terus melangkah. Semua ini adalan berkah yang didapat ketika kau berkeluarga.

Kata orang sekarang musim pancaroba. Semua sudah pada sakit. Flu, batuk, pilek sudah dirasakan semua. Tapi sebagai manusia obat harus segera dicari agar sakit tak menjadi parah. Jangan biarkan kita larut dalam sakit tapi bangkitlah, minimal sakit tidak menjadikan kita lemah semangat. Badan boleh sakit, tapi semangat tak boleh sakit.

Nutrisi dan gizi adalah penopang agar kita tahan terhadap penyakit. Jangan biarkan kita menjadi sakit karena kita salah urus badan ini. Ayo segera cari obat biar sakit sembuh. Insayaallah

Jogja, 21-10-2015
Neng RSKIA Sadewa

Selasa, 20 Oktober 2015

Tanah dan Anakku

Sering hari ini anak-anakku sudah banyak bermain tanah. Mereka selalu senang walau hanya berbekal sendok dan piring serta tanah untuk bermain. Padahal mereka masing batuk pilek, semakin dilarang mereka semakin penasaran. Semua anak pasti akan suka dengan tanah. Apa karena manusia itu dari tanah ya?

Keasyikan dan keceriaan mereka selalu menjadi senjata agar tidak dilarang. Kadang aku tak tega mereka terus bermain sampai puas. Alhasil aku biarkan mereka main sepuasnya. Aku kadang iri dengan anak2, mereka selalu ceria dalam waktu yang lama. Sedih hanya sebentar terus ceria lagi. Memang manusia yang masih suci mudah untuk menyesuaikan diri.

Belajar dari anak2 dan tanah. Aku dapatkan bahwa bahagia itu sedehanana. Letaknya berawal dari pikiran dan tindakan. Tak perlu banyak uang atau harta. Bahagia adalah anugerah dan berkah. Jangan persempit pikiranmu akan kebahagiaan. Karena bahagia itu sederhana.

Jogja, 20-10-2015
Neng RSKIA Sadewa

Senin, 19 Oktober 2015

Buku dan Literasi

Aku kangen baca buku, diskusi dan menulis. Semua aktivitas ini hilang tanpa bekas. Padahal di rumah ada 2 rak buku. Tapi kapan bisa baca dan diskusi terus nulis. Godaan akan kemalasan dan kegalauan melanda. Teman2 yang suka ketiga aktivitas ini telah menghilang entah kemana.

Aku bisa lihat di dunia maya. Kadang iri dengan semua prestasi mereka yang telah jaya. Semua unggah foto kesuksesan mereka. Terbesit do'a agar mereka ingat padaku. Tapi entahlah siapa diri ini.

Aku hanya manusia biasa yang angin-anginan. Kadang semua berlalu dengan sempurna kadang biasa. Tapi inilah realita. Semua terjadi atas Kehendak-Nya. Jangan kau anggap aku ini hanya sebatas ini. Tapi anggaplah aku apa adanya. Sedehana kan?

Jangan biarkan kita berhenti belajar, membaca, diskusi dan menulis. Sangat tak elok kalau hanya diam seribu bahasa tanpa aksi. Kadang suasana ini yang selalu memberi inspirasi. Aku belajar banyak dari aktivitas ini. Bahwa kalau kau ingin sukses lakukan keempatnya. Tapi jangan lupakan tugas mu di muka bumi. Jadilah Abdullah dan Khalifatullah yang seimbang.

Aku akan belajar, membaca, diskusi dan menulis sampai akhir hayat. Apapun itu itulah nyawa seorang aktivitis jika ingin eksis dan baik dalam bergerak. Jangan kau anggap ini hanya masa lalu. Tapi ini adalah masa kini dan masa depan.

Jogja, 19-10-2015
Neng NetCity Timoho

Sahabat Sejati

Siapa Sahabat Sejati?
Sudah Kau dapatkan Ia
Kulihat Orang Yang Ku Kenal Bukan Sahabat Sejati

Anak Dan Istri adalah Sahabat Sejati
Saat Kalau Lemah dan Kuat
Kuatnya Keluarga adalah Senjata

Teman Beda dengan Sahabat
Sahabat adalah Teman Sejati
Teman Sejati adalah Sahabat Sejati

Kata orang yang Merusak Persahabatan
Uang daaaaaaaaaaaaaan Wanita
Kalau yang merusak Persaudaraan adalah
Warisaaaaaaaaaaaaaaaan

Dimana kau Sahabat Sejati?
Kalau anak dan Istriku.

Jogja, 19-10-2015
Neng Netcity Timoho

Kembali

Saat ini waktu terus berjalan. Rutinitas akan terus berjalan. Semua akan berlalu saat kau hanya berjalan tanpa arah. Sungguh ini bagai sebuah kematian tanpa sadar. Aku harus bangkit dan kembali. Jangan biarkan ini menjadi penyakit yang akan membuat kau mati.

Melihat kondisi saat ini. Aku mulai iri dengan banyak teman yang konsisten dalam kebaikan dan karya. Tapi aku bagai musim yang selalu berganti dan selalu tidak ada jejak yang bisa memberi. Semua perlu orientasi yang jelas dan mapan. Semua harus kembali dan konsisten agar menjadi lebih baik.

Budaya belajar dan sungguh-sungguh dalam usaha mulai pudar. Tapi manusia tak banyak tahu bahwa itu adalah modal utama dalam bergerak. Mesin perlu semua komponen agar bisa terus hidup. Jangan biarkan aku mati dalam kesunyian dan tanpa kawan.