Sabtu, 20 September 2014

Eco label, perlukah?




Manusia hidup dengan alam memerlukan keseimbangan. Alam yang terjaga dengan baik akan memberi dampak kehidupan yang baik juga untuk manusia. Hubungan manusia dan alam adalah hubungan yang menguntungkan. Manusia adan alam adalah unsur yang tak terpisahkan. Menjaga alam adalah tugas manusia hdup di dunia.

Indonesia adalah tanah surga. Banyak potensi alam yang mengiurkan banyak orang di dunia untuk memilikinya. Sejak zaman penjajahan indonesia selalu jadi rebutan, karena potensi alam yang melimpah. Ada bait lagu koesplus yang terkenal “tongkat, kayu dan batu jadi tananman” sungguh inilah karunia yang amat indah. Ibarat firdaus yang ada di muka bumi itulah indonesia.

Kemarin ketika penulis menghadiri seminar tentang menulis cerdas. Pada materi awal ada materi yang menari tentang produk hijau atau green product yang disampaikan oleh Dr.Edzard Ruhe yang berasal dari Jerman. Beliau menerangkan apa itu green product dengan cara sederhana dan mudah dimengerti. Secara sederhana bagaimana orang awam mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menjaga alam ini. Ada kata yang menarik yang menjadi slogan lembaga yang mensponsori program ini “don’t (just) recyle! Think first”. Slogan ini memberi warna dan pandangan baru tentang menjaga alam lebih mudah bagi manusia.

Green product atau produk hijau bisa diidentifikasi dengan mudah lewat label atau yang sering disebut eco label. Dalam website kementrian lingkungan hidup  ekolabel Indonesia merupakan salah satu perangkat pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat proaktif sukarela dan diharapkan sebagai perangkat yang efektif untuk melindungi fungsi lingkungan hidup, kepentingan masyarakat dan peningkatan efisiensi produksi serta daya saing. Selain itu ekolabel juga dimaksudkan untuk mewujudkan sinergi pengendalian dampak negatif ke lingkungan sepanjang daur hidupnya serta mendorong supply and demand produk dan jasa ramah lingkungan.

Setelah ini penulis mulai merenung bahwa menjaga keseimbangan alam harus dimulai dari hal terkecil. Atau lebih komplitnya dengan 3m mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal yang terkecil. Tugas menjaga keseimbangan alam ini adalah tugas kita bersama. Khususnya indonesia yang merupakan paru-paru dunia dan juga sepengal firdaus di dunia.

Mulai sekarang kita sebagai konsumen yang cerdas yang mempunyai cita-cita dan keinginan untuk bisa menjaga alam ini. Mulai lah mengunakan barang-barang yang sudah ada eco labelnya. Eco label di indonesia memang baru beberapa produk tetapi barang-barang dari luar negeri sudah banyak yang mengunakan eco label. Di bawah ini adalah contoh eco label yang sudah beredar:

Lewat eco label konsumen sudah memberi kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan akan lebih terjaga ketika manusia di dunia sadar akan pentingnya eco label terhadap semua barang yang mereka gunakan. Lewat tulisan yang sederhana inilah penulis memberi informasi agar kampanye kepedulian lingkungan bisa kita mulai dengan mengunakan barang-barang yang mengunakan eco label. Kalau bukan kita siapa lagi.


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar