Selasa, 12 Agustus 2014

Minggu, 10 Agustus 2014

Mencintai Para Salih



Sumber Google
Pagi ini saya teringat penuturan Imam Syafi'i yang menyejukkan. "Aku mencintai orang-orang salih," tutur beliau, "meski diri ini tak termasuk di antara mereka. Semoga dengan begitu, aku akan menggapai syafa'at bersama mereka." Tiba-tiba saja saya rindu dengan para guru yang dulu tiada lelah membimbing saya. Guru ngaji saya di kampung, yang dengan kesederhanaannya mengenalkan pendidikan agama. Saya masih ingat salah seorang dari beliau selalu mengajak menghadiri kajian rutin pekanan di masjid Agung Wonosari. Kajian rutin pimpinan Muhammadiyah. Jauh, malam hari, dan tentu saja sangat dingin. Semoga Allah limpahkan kebarakahan dan kesehatan pada beliau.

Saya juga terbantu oleh para salih lain, yang rutin tiap Ahad pagi menggelar kajian keislaman di masjid dekat rumah. Mereka adalah para kanda aktivis PII. Jauh jarak yang mesti mereka tempuh, tapi tetap dilakoni juga dengan keikhlasan. Dari sanalah saya berkenalan dengan banyak hal. Sirah Nabawiyahnya Syaikh Ramadhan al-Buthi dikaji rutin tiap pekannya hingga tuntas. 

Ketika kuliah hampir setiap saat saya disilaturahimi para salih dari Jamaah Tabligh, karena tempat kos saya dekat dengan pusat aktivitas mereka dulu di Karangmalang. Tapi ketertarikan saya terarah pada para kanda salih aktivis tutorial PAI (Pendidikan Agama Islam). Teman-teman kos awalnya mewanti-wanti, "Jangan dekat-dekat dengan anak masjid kampus. Mereka itu radikal!" Tapi anehnya, saya tidak menangkap itu. 

Sumber: Google
Perilaku mereka sangat santun, akhlak mereka memesona, ibadah mereka sangat terjaga, dan penampilan mereka sangat rapi. Mereka juga lebih salih daripada teman-teman saya di kos. Saya berhadapan dengan figur-figur yang tidak meledak-ledak. Bahkan, melalui persentuhan dengan mereka, saya yang awalnya "radikal" berubah drastis. Di SMA saya dulu ketua OSIS, tapi tak pernah sekalipun mau jadi pemimpin upacara, hanya karena alasan tak mau hormat bendera. Alasan yang sekarang kalau saya pikir terasa lucu dan geli. Dari semua para salih itulah saya mengenal Islam.

Maka, ketika hari-hari ini secara "gebyah uyah" ada yang membangun opini dangkal bahwa masjid dan pusat-pusat kajian keagamaan di kampus sebagai gudang yang melahirkan radikalisme, rasa-rasanya ada yang janggal dari kesimpulannya. Alih-alih dikenalkan dengan pikiran radikal, kami malah didekatkan dengan pemahaman yang lebih moderat. Ketika di luar banyak orang bersitegang, kampus menawarkan tradisi yang lebih ilmiah; pandangan dan fikih boleh beda, tapi ukhuwah mesti dijaga. Nah, ketika akhir-akhir ini para salih mulai menjalin satu dengan yang lain, kenapa kita memandangnya sepenuh curiga? 

Sungguh, secara pribadi, saya ingin para salih itu banyak mewarnai kehidupan dengan kebaikan. Saya mencintai mereka, sebab mereka ingin mengajak orang pada kebaikan dengan cara-cara yang baik. Jelas saya belum sebaik mereka, tapi berjalin ukhuwah dengan mereka terasa amat indah. Betapa diri ini merindu jalinan ilmu dari para kanda salih di Muhammadiyah, NU, Wahdah Islamiyah, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Salaf, dan sebagainya, yang selalu tergerak untuk melakukan perbaikan di lingkungannya selagi masih berkesanggupan.

Keberadaan para salih itu semoga saling menguatkan. Dan diri kita yang jauh dari kesalihan ini semoga didekatkan pada adab dan kesantunan, dijauhkan dari sikap nyinyir pada para salih itu secara berlebihan. Dari mereka saya berharap kita membendung radikalisme yang jauh dari bingkai syariat.

Sumber: FB Dwi Budiyanto

Sahabat

gawe dewe

Persahabatan bagai kepompong itu disebutkan dalam sebuah lagu. Sahabat merupakan saudara yang dipertemukan karena kedekatan. Sahabat selalu hadir baik dalam keadaan susah atau senang. Mereka selalu memberi pengaruh yang baik dalam langkah kita. 100 sahabat akan kurang, tapi 1 musuh suadh terlalu banyak. Bersahabatlah dengan orang yang membawa ke surga.

Rosulullah mengibaratkan kalau kita bersahabat dengan tukang parfum maka kita akan ikut wangi. Jika kita bersahabat dengan pandai besi pasti kita akan terpercik bara api. Sungguh perumpamaan yang mudah diambil hikmahnya. Sahabat memang harus dipilih dengan baik. Sebaik-baik sahabat adalah sahabat yang mampu memberi kebaikan kepada sahabatnya.

gawe dewe
Sungguh indah apabila umat islam mampu membangun ukhuwah dengan baik. Ukhuwah bisa dibangun dari entitas terkecil dimulai dari persahabatan antar 2 manusia. Kemudian bisa memberi kebaikan kepada seluruh manusia.

Perbaikan umat bisa dimulai dari pribadi manusia. Perbaikan manusia akan menjalar kepada perbaikan keluarga. Keluarga akan bisa memperbaikai masyarakat. Masyarakat akan bisa memperbaiki negara. Negara akan bisa memperbaiki dunia. Dunia adalah bagian terakhir dalam perbaikan. Kalau dunia baik akan membawa kedamaian dalam hidup. Sungguh indah rangkaian ini.

Semoga kita mampu menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman kita. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi seluruh manusia. Amiin. 

Jumat, 08 Agustus 2014

TAKSI VS ANGKOT


Kita sering berpikir bahwa Taksi lebih baik daripada Angkot.
Sumber: Google
Tapi baru malam ini saya merasa bersyukur atas layanan terbaik yang diberikan para supir angkot pada calon pelanggannya.
Suatu malam sy sedang membawa kendaraan untuk di perbaiki di bengkel, lalu karena kendaraan harus di tinggal jadi kami harus pulang naik angkutan umum.
Rencananya kami ingin pulang naik blue bird, tapi sayang sekali karena malam itu hujan jadi jarang sekali Taksi kami temukan.

Ketimbang menunggu di dalam bengkel yg sepi, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu di pinggir jalan.
Satu taksi Blue Bird kosong lewat.... kami melambaikan tangan ah tapi sayang dia tidak mau berhenti, lalu kami tunggu lagi.... dan lewat lagi kami lambaikan tangan, tapi tak menunjukan tanda-tanda mau menepi.
Saya jadi berpikir apakah sy tidak terlihat oleh sang sopir ? Lalu kami memilih menunggu di bawah lampu jalan yang terang benderang. Tapi berkali-kali kami stop tak satupun taksi kosong mau berhenti. Kami maklum jika taksi lain begitu, tapi nyatanya taksi yang katanya memiliki layanan terbaik juga sama saja.
Sementara telah berkali-kali supir angkot menepi menghampiri kami dan bertanya mau kemana pak hujan-hujan begini ?
Sumber: Google
Dan karena sudah hampir 1 jam menungguh tak kunjung ada taksi yang mau berhenti, akhirnya sayapun memilih naik angkot, dan atas kebaikan hati sang sopir angkot yang selalu menepi, saya balas membayar ongkosnya 2x dari harga yang seharusnya saya bayarkan.
Saya merasa baru saja diberi pelajaran berharga oleh Tuhan, bahwa terkadang orang-orang biasa saja yang tidak berada di bawah naungan perusahan besar, tidak pernah dilatih customer service tapi justru mempu memberikan sevice kepada kita dalam kondisi dimana kita amat sangat membutuhkannya.
Terimakasih ya pak Sopir Angkot, karenamulah akhirnya aku bisa pulang kerumah dan tidak basah kuyup kehujanan karena mununggu taksi kebanggaanku yang tak kunjung mau menepi untuk melayani calon penumpangnya.
Selalu ada pelajaran hidup di setiap kesempatan dan kejadian yang kita alami agar kita bisa selalu bersyukur pada Tuhan.
Salam syukur penuh berkah,
Ayah

Sumber: Komunitas AYAH EDY

Jam Tangan Mati


Seburuk apapun perilaku orang lain, mencelanya tak juga akan menambah kemulian kita. Mereka yang menebar kebencian pada sesama terkadang lebih butuh disayangi daripada yang dicaci-cacinya. Teko hanya mengeluarkan isinya. Jika berisi air bening, keluarlah air yang jernih menyejukan. Jika isinya air limbah, maka air seperti itu pulalah yang akan dikeluarkannya. Jadi, terkadang kita lupa bahwa saat kita bertutur dan menulis, sesungguhnya kita sedang menyajikan diri kita.
Mereka yang belum tuntas dengan dirinya sendiri, terkadang teramat berat melihat kebaikan dalam diri orang lain. Mereka sibuk menjadi pengutuk; mencari setiap celah dan aib orang lain, sampai kadang lupa bahwa yang dikomentarinya bukan hal yang utama. Maka betapa banyak hari-hari ini kita ditawari untuk membenci sesama; tokoh tertentu, ormas tertentu, kandidat tertentu, parpol tertentu, atau lembaga tertentu. Seakan-akan dalam diri mereka tak ada kebaikan secuil pun.
Bukankah jam yang mati sekalipun, masih berpeluang mendapat dua kebenaran. Dalam sehari yang berputar, sebuah jam mati akan menunjuk dua kali waktu yang tepat, ialah di siang dan malam hari. Jika saat mati jarum jamnya menunjuk angka delapan, jam mati itu masih menunjukkan waktu yang tepat pada pukul delapan pagi dan delapan malam. Artinya, apapun kondisi orang lain, kita semestinya selalu berharap bahwa ia berpotensi baik dan karenanya kita selalu berharap kebaikan untuknya.
Maka pada Rasulullah kita belajar. Kesesatan pada diri orang lain dihadapi dengam optimisme kebaikan dan doa, bukan kutukan dan caci maki. Setelahnya hari ini kita menyimak seluruh pesona kebaikan Umar bin Khathab, lelaki yang didoakan Sang Rasul. Nah, apalagi jika ketaksukaan kita pada orang lain hanya bersebab bedanya selera dan gagasan sederhana.
Maafkan, seluruh catatan ini terarahkan untuk penulisnya sendiri daripada untuk orang lain.

Sumber: Fb Dwi Budiyanto

Beasiswa Presiden 2014


Indonesia Presidential Scholarship atau Beasiswa Presiden kini hadir lagi di 2014. Program dengan nama lengkap Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) ini dibuka bagi siapa saja warganegara Indonesia yang memenuhi syarat. Kelebihannya, skema pendanaan studi yang diperoleh lebih lengkap dan mencakup semua kebutuhan studi yang dijalani. 

Info lengkap klik disini

Jihad dan Sabar


Seseorang yang berjihad untuk mendapat ridho Allah perlu usaha dan sabar. Jihad adalah manifestasi keimanan. Usaha dan sabar adalah komponen pelengkap jihad. Jihad dan sabar ibarat dua sisi mata uang. Saling melengkapi dalam satu paket.

Seorang siswa atau murid berjihad untuk mendapat pengetahuan. Mereka melakukan usaha atau belajar dengan maksimal. Sabar adalah bahan bakar dalam berjihad. Jihad banyak tantangan dan rintangan. Dengan kesabaran seorang siswa atau murid akan mendapat yang dicita-citakan. Bayangkan kalau tak sabar dalam usaha maka murid akan patah arang ketika menghadapi cobaan dan rintangan.

Dalam membangun keluarga, orang tua selalu berusaha maksimal dan bersabar dalam membangun keluarga sakinah. Keluarga sakinah adalah proses yang tidak instan. Proses ini perlu waktu panjang. Jihad dan sabar merupakan bagian dalam mewujudkan keluarga sakinah. Suami istri selalu berusaha maksimal agar keluarga sakinah terwujud.

Mahasiswa yang menyelesaikan skripsi juga harus berjihad dan bersabar. Skripsi butuh pengorbanan waktu dan biaya. Jihad atau kesungguhan dalam berusaha dalam menyelesaikan skripsi bisa dilihat dari keseriusan dalam berproses. Mahasiswa bisa mengaplikasikan kemampuannnya apabila mereka serius. Proses selalu memberikan kesan terhadap pengalaman. Sabar juga harus dilakukan ketika bimbingan. Kadang kita harus menunggu dalam waktu yang cukup lama. Ketika ada perbaikan berkas kita juga harus segera membuatnya jangan ditunda. Jihad dan sabar kunci selesainya skripsi.


Kaum muslimin harus punya etos kerja yang maksimal ketika mampu mengapliksikan jihad dan sabar. Jangan kalah dengan orang-orang non muslim. Kita kalah kalau kita lupa akan jihad dan sabar. Ayat-ayat jihad selalu diselipkan kata sabar. Muslim adalah pemenang. Semua komponen selalu mendukung hal itu. Cuma kelalainya yang menghancurkan kita. Jangan lupakan jihad dan sabar kalau mau jadi pemenang.   

Kamis, 07 Agustus 2014

Beasiswa Arab Saudi di KAUST (S2/S3)


King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) setiap tahun memberi beasiswa bergengsi bagi mahasiswa internasional. Beasiswa ini tersedia melalui skema KAUST Fellowship untuk jenjang studi master (S2) dan PhD (S3). Sebagai kampus sains dan teknologi terkemuka di Arab Saudi, beasiswa diberikan untuk beberapa bidang keilmuan, yakni komputer, matematika, kimia, biologi, ilmu kelautan.

Info lengkap klik disini.

Organik


Sekarang marak ada slogan kembali ke alam atau back to nature. Semangat ini merupakan usaha agar manusia kembali memperhatikan diri dan lingkungannya. Hal yang mendasar adalah dalam gaya hidup. Makanan organik merupakan bagian dari semangat back to nature. Sudah bertahun-tahun kita merasakan makanan yang tidak organik. Ini adalah kesadaran bahwa alam ini perlu perbaikan agar bisa tahan lama dalam pemanfaatanya.

Makanan organik cukup variatif harganya. Memang sih lebih mahal dari makanan yang tidak organik. Contonya beras organik rata-rata harganya di atas beras yang tidak organik. Memang biaya perawatan lebih mahal. Proses memulai tanaman oragnik juga panjang, karena rata-rata sekitar kita sudah tercemar pupuk yang tidak organik. Ada yang mengatakan bahwa pemulihan tanah butuh waktu 3 tahun agar normal.

Kemarin ketika kunjungan ke Klaten daerah kelurahan Karanglo daerah Delanggu penghasil beras organik. Pak kades cerita bahwa membentuk sawah organik itu butuh proses panjang. Mulai dari infrastruktur, pelaku dan regulasi butuh pendampingan khusus agar berjalan sinergi. Kendala terbesar adalah hama dan peran serta generasi muda. Tanaman padi organik memang rentan hama khususnya wereng. Maka kelompok gapoktan punya inisiatif ada laboratorium untuk penelitan tentang wereng. Tentang peran serta generasi muda memang belum menemukan solusi. Karena menjadi petani memang bukan pilihan pekerjaan yang menjajikan anggapan mereka. Penulis juga sedikit merenung padahal negeri ini banyak universitas yang membuka fakultas pertanian tapi lulusannya jarang yang mau terjun jadi praktisi sungguh miris.

Padahal kalau kita berpikir mendalam, semua profesi itu sangat penting dalam kehidupan. Semua komponen saling melengkapi agar agar harmoni dalam kehidupan. Coba kita berkaca pada negara Thailand yang terkenal dengan produk pertaniannya. Semua saling melengkapi baik pemerintah dan pelaku pertanian sinergi dalam membentuk negara agraris. Eman-eman kita sering impor beras padahal potensi pertanian kita bisa lebih baik kalau kita bisa optimal.

Pertanian organik adalah solusi agar kita tidak ketergantungan dengan pupuk kimia. Pernah penulis bertanya dengan tukang kebun di masjid Sultan Agung Baciro. Dia berkata bahwa harga pupuk kimia mahal dan kadang sulit didapat. Pupuk kimia dalam peredarannya sering dimonopoli mafia pupuk. Wajar petani sering merugi karena biaya dalam menanam tidak sebanding dengan hasil panen. Inilah negeriku yang belum sejahtera, senangnya potong kompas untuk sejahtera dengan menyengsarakan rakyat sendiri.


Penulis berdoa semoga pertanian indonesia membaik dan mampu menyejahterakan taraf hidup petani. Kita harus bisa berdikari dan mapan ekonomi. Jangan jadi negeri yang mesakke.       

Rabu, 06 Agustus 2014

Apa Guna

Apa gunanya punya ilmu tinggi

Kalau hanya untuk mengibuli



Apa gunanya punya ilmu tinggi
Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu

Di mana-mana moncong senjata
berdiri gagah
kongkalikong
Dengan kaum cukong

Di desa-desa rakyat dipaksa
Menjual tanah
Tapi, tapi, tapi, tapi
Dengan harga murah



Apa gunanya punya ilmu tinggi
Kalau hanya untuk mengibuli - S



Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu

Karya: Wiji Thukul
- See more at: file:///C:/Users/FATKHUR/Downloads/Wiji%20Thukul%20%20%20Kumpulan%20Puisi%20%20Apa%20Guna.htm#.dpuf

[UPDATE] Jadwal Seleksi CPNS 2014


(Berdasar atas: Surat An. Menteri PANRB Tentang Jadwal Kegiatan Pengadaan CPNS)
  1. Penyampaian rincian formasi masing-masing instansi kepada Menteri PAN-RB dengan tembusan kepada Kepala BKN, paling lambat 6 - 8 Agustus 2014.
  2. Penyampaian penetapan/persetujuan rincian formasi CPNS oleh Menteri PAN-RB kepada instansi, 11 - 15 Agustus 2014.
  3. Pengumuman lowongan formasi oleh instansi, 18 - 29 Agustus 2014.
  4. Pendaftaran CPNS secara online: portal nasional:http://panselnas.menpan.go.id -> sscn.bkn.go.id , 20 Agustus - 03 September 2014.
  5. Pelaksanaan seleksi CPNS (TKD dan TKB bagi instansi yang menyelenggarakan), mulai 8 September 2014 s.d. selesai.
  6. Instansi menyerahkan hasil TKD kepada Panselnas.
  7. Panselnas menyampaikan hasil TKD dan hasil integrasi TKB kepada instansi, satu minggu setelah instansi menyampaikan hasil TKD dan TKB ke Panselnas.
  8. Instansi membuat SK kelulusan yang ditandatangani PPK dan disampaikan kepada Panselnas dan BKN, dua (2) minggu setelah instansi menyampaikan hasil TKD dan TKB ke Panselnas.
  9. Instansi mengumumkan peserta yang dinyatakan lulus melalui media online atau media cetak.

Selengkapnya dapat dilihat pada: Surat An. Menteri PANRB Tentang Jadwal Kegiatan Pengadaan CPNS 2014 (http://menpan.go.id/berita-terkini/2617) #CPNSBERPRESTASI

Surat An. Menteri PANRB Tentang Jadwal Kegiatan Pengadaan CPNS 2014
Sumber:CPNS Official

RENUNGAN PASCA LEBARAN BAGI PARA ORANG TUA INDONESIA.


Saat-saat lebaran tiba saya betul-betul merasakan betapa setiap profesi itu benar-benar berguna dan dibutuhkan, semisal Tukang Sampah, Penjual di Pasar, Penjual Makanan, Pengangkut Air Mineral, Toko-toko alat kelontong/listrik, langganan bubur, nasi uduk/lontong sayur sarapan pagi, laudry kiloan, dan ribuan profesi lainnya yang tiba-tiba saja menghilang dan sulit di dapatkan karena "Pemegang Amanah" profesi tersebut pulang kampung untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Tepatlah jika kami selama ini menerapkan Multiple Intelligences di sekolah, untuk membangun kesadaran para orang tua juga anak-anak bahwa setiap profesi itu sungguh mulia asalkan itu panggilan jiwa atau di kerjakan dengan penuh kesungguhan.
Bayangkan sampah yang menumpuk di sebabkan karena Tukang Sampah yang pulang kampung, Bayangkan tukang sayur yang biasanya lewat depan rumah tiba-tiba tak satupun ada yang bisa kita temukan. Asisten Rumah Tangga yang biasa membantu membersihkan dan merapikan rumah kita, Petugas cuci mobil..... dll....dlll.
Apakah ayah bunda juga saat ini sedang merasakannya selama pekan lebaran ini?
Mari kita berpikir Multiple Intelligences, Setiap minat, bakat dan profesi setiap anak itu sungguh mulia untuk memenuhi kebutuhan hidup kita secara sempurna.
Mari kita ucapkan terimakasih pada para pemegang amanah profesi yang selama ini mungkin tidak kita peduikan atau kita anggap "remeh" ini.
Ah ternyata betapa tergantungnya kita semua pada mereka, ah betapa jarangnya kita bersyukur pada Tuhan atas keberadaan mereka semua disekitar kita ?
Alhamdulilah beruntunglah mulai hari ini para pemegang amanah profesi ini satu persatu sudah kembali untuk menjalankan kembali profesi mereka masing-masing seperti sedia kala
Mari kita bersyukur atas semua ini, atas nikmat yang sebenarnya sungguh luar biasa, namun sering tidak kita sadari karena rutinitas kesibukan kita sehari-hari atau karena memang kita tidak didik untuk terbiasa bersyukur dan berterimakasih pada orang lain.
Mari kita renungkan bersama.....
Salam syukur penuh berkah
ayah edy
Sumber:Komunitas AYAH EDY

Buruk


Kebiasaan buruk merupakan penyakit bagi semua orang. Kebiasaan hadir ketika kita selalu melakukan sesuatu secara berulang. Kadang kita anggap remeh kebiasaan ini. Padahal setiap kebiasaan buruk akan membuat pelakunya selalu merasa bersalah dan dipersalahkan. Kebiasaan bisa dirubah asal kita ada niat dan usaha merubahnya.

Usaha pertama kita kurangi. Terus setelah itu pasti akan hilang sendiri. Setiap perilaku ada nilai. Jadi apapun yang kita lakukan nilai terlebih dahulu sebelum menjadi perilaku. Seseorang yang mampu menilai dan menimbang dengan baik akan terhidap dari kebiasaan buruk. Pepatah mengatakan mencegan lebik baik dari mengobati.

Kebiasaan buruk hadir bukan karena kita senang dengan keburukan. Hal ini hadir biasanya karena kita lalai dan meremehkan sesuatu. Contoh saja kita kurang bijak dalam manajemen waktu. Kadang kita bangun kesiangan karena hal sepele misal begadang karena nonton acara tertentu. Ada juga kita gagal menepati janji karena kita lalai menulis janji tersebut.


Sesungguhnya manusia dilahirkan secara fitrah untuk menjadi baik. Dengan potensi ini seharusnya kita yakin mampu merubah kebiasaan buruk yang kita miliki. Agar semua kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik mari kita bersungguh-sungguh untuk memperbaiki agar kita bisa kembali fitrah. Momen bulan syawal ini adalah bagian peningkatan agar kita memperbaiki diri agar bisa menjadi manusia yang sesuai dengan fitah. Semoga berhasil. Good luck.

Selasa, 05 Agustus 2014

Silaturahim


Lebaran adalah momen untuk kembali menyambung silaturahim. Proses ini lumrah dilakukan semua orang, namun saking biasanya kadang hanya rutinitas dan hilang esensinya. Padahal kalau kita yakini dan kita amalkan secara optimal silaturahim ada dua keuntungan yaitu meluaskan rezeki dan memanjangkan umur.

Mudik adalah tradisi semua agama. Coba kita perhatikan hampir momen hari raya agama apapun momen mudik adalah ajang untuk silaturahim. Perhatikan dengan seksama bagaimana padatnya arus transportasi ketika hari raya pasti selalu padat. Mudik adalah bagian kontemplasi manusia untuk kembali ke asal dia bermula. Mudik baiknya menjadi ajang perbaikan diri jangan menjadi bagian untuk menyombongkan diri.


Kembali memaknai silaturahim kita akan memperoleh pelajaran bahwa memperbaiki hubungan itu lebih penting dari memutuskan hubungan. Makna bahwa manusia hidup untuk bermanfaat bagi orang lain bisa kita mulai dari silaturahim. Dengan ini kita juga bisa memperkuat jalinan keumatan. Berawal dari silaturahim kita akan membangun kesepahaman dan kebaikan. Proses ini harus selalu dijaga dan ditingkatkan taraf pemahaman para pelakunya. Sungguh indah negeri ini apabila semua pemimpin mampu mempraktekannya. Semoga ini adalah langkah terbaik untuk kemajuan negeri ini. Amiin. 

Sabtu, 02 Agustus 2014

Skripsi Oh Skripsi

Skripsi adalah tugas akhir yang harus dikerjakan untuk mendapat gelar S1. Menulis skripsi perlu perjuangan baik waktu dan biaya. Kesabaran adalah senjata utama. Keuletan adalah bahan bakarnya. Cukup 2 hal tersebut modal utama.


Momok lama menulis skripsi sering dialami banyak mahasiswa. Penulis mengalami hal tersebut. Sedikit penulis ingin berbagi pengalaman agar mudah menyelesaikan skripsi. Berikut tipsnya:

  1. Buatlah Time Plan
  2. Carilah bahan dan buku penunjang skripsi
  3. Seringlah ke kampus untuk bimbingan
  4. Miliki no HP Dosen Pembimbing
  5. Fokus dalam menyelesaikan skripsi
  6. Disiplin melaksanakan planning
  7. Banyak ibadah agar lancar skripsinya.   
Skripsinya prinsipnya adalah selesai. Semoga bermanfaat dan tidak galau.