Selasa, 29 Oktober 2013

Sabar



Sabar
Belajar adalah proses panjang dalam hidup. Menuntut ilmu atau belajar mulai dari buaian sampai liang lahat. Long life education merupakan proses panjang yang akan kita lalui. Bosan dalam berproses adalah cobaan dalam berproses.

Orang yang suskses adalah mereka yang sabar dan istiqomah dalam berproses. Mereka selalu menikmati dan bisa mendapatkan manfaat dari proses tersebut. Jangan tergesa-gesa dalam berproses. Semua menunggu waktu yang tepat ketika akan memetiknya.

Manusia diciptakan Allah memang untuk berproses. Coba perhatikan bagaimana proses manusia tercipta. Hanya para pemenang saja yang dapat memenangkan proses tersebut. Semua proses panjang ini adalah hikmah dalam kehidupan.
Sabar adalah sikap yang terbaik dalam menjalani proses kehidupan. Ibarat mobil, sabar adalah adalah bahan bakar mobil tersebut. Semakin banyak sabar makan kita akan siap melaju dengan baik dalam proses kehidupan ini. Para nabi dan pejuang selalu memiliki kesabaran yang baik dalam menjalani proses perjuangannya.

Bayangkan ketika para pejuang tidak punya kesabaran yang ekstra. Maka meraka akan berhenti berjuang. Sabar merupakan komponen terpenting dalam berjuang. Jangan pernah hilang rasa sabar kalau kita mau menang. Selamat berjuang dan menang.
Masjid Sultan agung, 29/10/2013

Senin, 28 Oktober 2013

Marah dan Dewasa



Marah dan Dewasa
Hari ini aku mendapat banyak pelajaran. Marah adalah bagian ekspresi manusia ketika dia tidak suka terhadap sesuatu. Marah sering menjadikan manusia gelap mata atas segala sikap yang dilakukannya. Manusia marah menjadikan dia seperti anak-anak yang menurutkan ego. Benar dalam hadist kemarahan tidak akan membawa orang masuk surga karena pelakunya pasti akan selau nerbuat dosa.

Tingkat kedewasaan seseorang bisa diukur dari cara dia marah. Ketika dia mampu mengendalikan kemarahan yang memuncak dengan melakukan perbuatan yang baik, maka tingkat kedewasaan seseorang tersebut sudah baik. Dewasa adalah proses, sikap ini merupakan representasi seseorang dalam mengendalikan perilaku dalam kehidupan.

Marah dan dewasa adalah satuan yang berbanding terbalik. Ketika orang itu dewasa maka marahnya lebih kecil. Ketika orang itu marahnya banyak maka dia belum dewasa.

Inilah kesimpulanku hari ini. Semoga aku mampu lebih dewasa dan marah dengan baik. Hati yang sakit itu sudah diobati. Jadilah orang yang dewasa. Tua itu pasti, dewasa itu proses

Minggu, 27 Oktober 2013

Tulisan adalah Kehidupan



Tulisan adalah Kehidupan
Menulis adalah aktivitas yang mengolah pikiran agar mampu dibaca orang lain. Aktivitas ini bagian dari proses pergumulan akal dan proses mengungkap ide dalam bentuk tulisan. Menulis diproses dari hasil membaca, diskusi setelah itu baru lahir tulisan. Kata banyak penulis mereka selalu bilang “menulislah maka kau akan selalu dikenag dunia”.

Kemarin ketika membaca blog pak romi satria wahono beliau banyak menulis pengalaman menulis di blog. Tulisan di blog nya mampu membawa banyak rejeki. Tulisan dia membawa nya bisa mengajar di banyak universitas. Sungguh kekuatan tulisan mampu membawa orang terkenal di seluruh dunia. Media blog itu lebih lama menympan memori tulisan kita dari pada hanya di facebook atau media sosial yang lain.

Melihat fenomena ini penulis menjadi termotivasi untuk selalu menulis dan berbagi. Mungkin tulisan ini adalah bagian untuk merajut mimpi agar bisa terus bermanfaat bagi semua.

Hambatan menulis pasti selalu ada. Mulai dari kurang ide, malas atau sibuk dengan semua aktivitas. Padahal kalau kita melihat sekarang, semua fasilitas sudah banyak. Mulai dari samartphone, laptop atau netbook sudah bisa mendukung orang untuk menulis dimana saja dan kapan saja. Internet juga sudah banyak dan murah untuk didapat. Tetapi kenyataan orang lebih suka menulis di sosmed dari pada di blog atau di web.

Mari kita kembangkan diri dan berbagilah lewat tulisan. Sungguh indah hidup sepanjang waktu dengan tulisan kita walau jasad telah tiada. Selamat menulis dan berbagi.
                                                                                 Masjid Sultan Agung, 27-10-2013

PRAHARA JADI ANUGRAH



PRAHARA JADI ANUGRAH

Lyric dan nada : H. Tate Qomaruddin

Walau berjuta fitnah menghujam

Walau perih dan duka menikam
Tiada 'kan henti' ku lari mengejar
Cinta Ilahi dan cita menjulang

Padukan hati satukan langkah

Lipatgandakan amal kebajikan
Kepada Allah kita kan berserah
Agar prahara menjadi anugrah

Reff :
Kobarkan semangat di dalam jiwa
Enyahkan duka nestapa di dada
Lantunkan munajat pada Yang Kuasa
Teguhkan pilihanmu di jalan-Nya

Selagi hayat di kandung badan

Tak kan ku rela dakwah dinista
Balikkan arus dan lalu ciptakan
Gelombang baru yang kian menerjang

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sinergi Senior dan Junior



Sinergi Senior dan Junior

Akhir-akhir ini kita melihat dunia sepakbola mulai bergairah. Ini diawali dengan adanya raihan juara piala AFF U-19 di Sidoarjo. Publik mulai bahagaia karena Indonesia sedang haus kemenagan pada event sepakbola antar negara. Katanya sih sudah menunggu lama untuk gelar juara. Walapun juara tersebut berasal dari U-19. Para pemain timnas U-19 menjadi idola baru, mereka diarak keliling kota ketika kembali ke kampung halaman. Padahal usia mereka baru belasan tahu tapi sudah terkenal se Indonesia.
Kita lihat ajang di atasnya, ISG (Islamic Solidarity Games) adalah ajang pembuktian untuk timnas U-23. Mereka sedikit kurang beruntung karena hanya juara 2 kalah pada pertandingan final. Tetapi mereka selalu optimis untuk meraih emas di Seagames tahun depan. Optimisme bangsa Indonesia untuk kejayaan lewat sepak bola mulai ada titik terang.
Selanjutnya timnas senior bertanding melawan Cina dan kualifikasi piala Asia. Hasil pertandingan menujukkan hasil seri 1-1. Lumayan lah untuk kelas cina kita bisa mengimbangi. Ke depan butuh adanya mix generation agar Indonesia lebih baik dalam sepak bola.
Melihat kenyataan ini, penulis melihat bahwa bibit junior akan baik ketika mampu mendapat contoh yang baik dari senoir bukan sebaliknya. Junior harus mendapat asupan idealisme dan cita-cita dari seniornya secara massif dan simultan. Kita bisa mencontoh negara Eropa yang mampu memadukan bibit unggul junior dan pengalaman senior dalam meramu strategi. Kita bisa lihat Jerman, mereka mampu memadukan talenta muda dan seniornya. Yang terbaru Belgia hampir sama dengan Jerman mereka lolos piala dunia 2014 di Brazil.
Kita berharap induk PSSI mampu bersikap bijak dan jelas dalam mengambil kebijakan sepak bola. Jangan jadikan PSSI sebagai alat untuk saling menjatuhkan. PSSI adalah bagian dari bangsa ini. Semoga Indonesia lebih baik dan maju.