Kamis, 11 April 2013

Ayah dan Tarbiyah



Ayah dan Tarbiyah
Sosok ayah adalah kunci terbangunnya keluarga. Ayah adalah pemimpin rumah tangga. Bahtera rumah tangga akan sakinah, mawadah wa rahmah apabila nahkoda mampu membawa bahteranya mengarungi samudra dengan baik.

Menjadi seorang ayah adalah tugas berat, baik secara materi atau rohani. Ayah harus bisa memberi contoh bagaimana menjalani hidup kepada istri dan anaknya. Peran ayah dalam tarbiyah anak dan istri sangat dominan. Jangan hanya berharap kepada sekolah saja untuk pendidikan anak. Seoarang ayah wajib mengawal kebijakan tarbiyah anak dengan baik. Kerjasama antara ayah dan ibu melakukan tarbiyah terhadap anak adalah sebuah keniscyaan. Kedua elemen tersebut harus mampu memainkan perannya dengan baik.

Kalau kita lihat atau kita baca dalam Al-Qur’an. Bagaimana peran Luqman mentarbiyah anaknya. Nabi Ibrahim mentarbiyah anaknya. Imran mentarbiyah keluarganya. Sungguh peran ayah dalam mentarbiyah keluarganya adalah sebuah kewajiban sesuai dengan perintah Allah. Jadi tidak alasan untuk menghindar dari perintah tersebut.

Tetapi prakteknya seorang ayah hanya menjadi ayah biologis tidak menjadi ayah ideologis. Mereka belum mampu mentarbiyah anak dan istri karena mereka tidak mau mengambil peran tersebut. Padahal generasi terbaik itu lahir dari tarbiyah dalam keluarga. Orang tua khususnya ayah adalah pemimpin dalam proses ini.
Ayah dan ibu mempunyai peran yang sinergis. Ayah menjadi pembuat konsep tarbiyah dan pengawas berajalannya konsep. Ibu menjadi juru bicara konsep atau penyambung berjalannya konsep. Untuk prakteknya kedua harus mengambil porsi yang sama. Kedekatan harus terbangun dari awal. Anak harus dekat dengan ayah dan ibu agar proses tarbiyah berjalan lancar.

Semoga kita sebagai seorang ayah mampu menjadi ayah sesungguhya. Baik menjadi ayah biologis dan ideologis. Agar perjuangan yang kita bangun mampu dilanjutkan oleh generasi yang kita tarbiyah secara optimal. Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah. Mari bersemangat dalam mentarbiyah anak dan istri. Amiin.

Ayah dan Tarbiyah



Ayah dan Tarbiyah
Sosok ayah adalah kunci terbangunnya keluarga. Ayah adalah pemimpin rumah tangga. Bahtera rumah tangga akan sakinah, mawadah wa rahmah apabila nahkoda mampu membawa bahteranya mengarungi samudra dengan baik.

Menjadi seorang ayah adalah tugas berat, baik secara materi atau rohani. Ayah harus bisa memberi contoh bagaimana menjalani hidup kepada istri dan anaknya. Peran ayah dalam tarbiyah anak dan istri sangat dominan. Jangan hanya berharap kepada sekolah saja untuk pendidikan anak. Seoarang ayah wajib mengawal kebijakan tarbiyah anak dengan baik. Kerjasama antara ayah dan ibu melakukan tarbiyah terhadap anak adalah sebuah keniscyaan. Kedua elemen tersebut harus mampu memainkan perannya dengan baik.

Kalau kita lihat atau kita baca dalam Al-Qur’an. Bagaimana peran Luqman mentarbiyah anaknya. Nabi Ibrahim mentarbiyah anaknya. Imran mentarbiyah keluarganya. Sungguh peran ayah dalam mentarbiyah keluarganya adalah sebuah kewajiban sesuai dengan perintah Allah. Jadi tidak alasan untuk menghindar dari perintah tersebut.

Tetapi prakteknya seorang ayah hanya menjadi ayah biologis tidak menjadi ayah ideologis. Mereka belum mampu mentarbiyah anak dan istri karena mereka tidak mau mengambil peran tersebut. Padahal generasi terbaik itu lahir dari tarbiyah dalam keluarga. Orang tua khususnya ayah adalah pemimpin dalam proses ini.
Ayah dan ibu mempunyai peran yang sinergis. Ayah menjadi pembuat konsep tarbiyah dan pengawas berajalannya konsep. Ibu menjadi juru bicara konsep atau penyambung berjalannya konsep. Untuk prakteknya kedua harus mengambil porsi yang sama. Kedekatan harus terbangun dari awal. Anak harus dekat dengan ayah dan ibu agar proses tarbiyah berjalan lancar.

Semoga kita sebagai seorang ayah mampu menjadi ayah sesungguhya. Baik menjadi ayah biologis dan ideologis. Agar perjuangan yang kita bangun mampu dilanjutkan oleh generasi yang kita tarbiyah secara optimal. Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah. Mari bersemangat dalam mentarbiyah anak dan istri. Amiin.

Selasa, 09 April 2013

Beasiswa di London Metropolitan University, Minat?

Salah satu perguruan tinggi di Inggris, London Metropolitan University membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa di negara berkembang. Beasiswa meliputi pendidikan S1 dan pascasarjana dengan pilihan beragam program studi. Beasiswa ini disediakan secara khusus melalui ISH/London Met Scholarship Scheme, sebuah skema kerjasama London Metropolitan University bersama International Student House (ISH).  Pelamar yang berhasil diterima, selain memperoleh tanggungan biaya kuliah di London Metropolitan University hingga selesai, juga mendapatkan akomodasi gratis selama setahun yang disiapkan ISH. Pertimbangan utamanya, beasiswa London MET akan menyeleksi kandidat berdasarkan prestasi akademik serta manfaat secara sosial maupun ekonomi...
lebih lengkapnya klik disini

Kerja dan karya



Hidup akan selalu berjalan. Berjalan dengan segala untaian sejarah dan pengalaman. Manusia hidup dalam lingkaran waktu, tempat dan keadaan. Sebuah kehidupan akan menjadi cacatan sejarah baik itu sejarah yang baik atau sejarah yang buruk.

Manusia hadir di dunia berawal dari perjuangan. Kita lihat proses bagaimana proses kejadian manusia terjadi. Lihatlah proses secara biologisnya, perjuangan sebuah sperma yang harus bersaing antar mereka setelah itu sperma harus menghadapi rintangan dari eksternal. Perjalanan panjang menuju sebuah sel telur yang hanya ada 1. Sel telur hanya bisa dibuahi oleh satu sperma. Secara biologis manusia sudah mengalami perjuangan yang dahsyat dan panjang.

Melihat fenomena tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa manusia yang hadir di dunia adalah hasil perjuangan sel sperma terbaik yang mampu membuahi sel telur. Jadi manusia harus bisa menjiwai sebagai seorang pejuang yang tangguh dalam mengahadapi segala cobaan dan rintangan di dunia. Malulah kita apabila kita hanya menjadi manusia kerdil dan galau ketika menghadapi sebuah masalah.
Setelah kita tahu bahwa manusia adalah seorang pejuang. Kita harus mampu memberikan kontribusi optimal ketika ada di dunia ini. Kita ingat sebuah hadits bahwa ”sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar bermanfaat. Pertama, ketika kita ingin menjadi orang yang bermanfaat adalah kita harus menjadi bagian dari masyarakat yang ada di sekitar kita. Kedua, pahami dan berusaha memposisikan diri di lingkungan kita dengan baik. Ketiga, bekerja dan berkarya sesuai kemampuan kita.

Itulah manusia yang mampu menjiwai sebagai seorang pejuang. Hidup hanya sekali. Bekerja dan berkaryalah wahai saudaraku.