Senin, 23 Desember 2013

Prinsip Utama BMT



Prinsip  Utama BMT
Dalam melaksanakan usahanya BMT, berpegang teguh pada prinsip utama sebagai berikut:

  • Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan mengimplementasikannya pada prinsip-prinsip Syari’ah dan muamalah Islam ke dalam kehidupan nyata.
  • Keterpaduan, yakni nilai-nilai spiritual dan moral menggerakkan dan mengarahka sen etika bisnis yang dinamis, proaktif, progresif adil dan berakhlaq mulia.
  • Kekeluargaan, yakni mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Semua pengelola pada setiapa tingkatan, pengurus dengan semua lininya serta anggota, dibangun rasa kekeluargaan, sehingga akan tumbuh rasa saling melindungi dan menanggung.
  • Kebersamaan, yakni kesatuan pola pikir, sikap dan cita-cita antar semua elemen BMT. Antara pengelola dengan pengurus harus memilki satu visi dan bersama-sama anggota untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial.
  • Kemandirian, yakni mandiri di atas semua golongan politik. Mandiri bearti juga tidak tergantung dengan dana-dana pinjaman dan ‘bantuan’ tetapi senantiasa proaktif untuk menggalang dana masyarakat sebanyak-banyaknya.
  • Profesioanalisme, yakni semangat kerja yang tinggi (‘amalussholih/ ahsanu amala), yakni dilandasi dengan dasar keimanan. Kerja yang tidak hanya beroriantasi pada kehidupan dunia saja, tetapi juga kenikmatan dan kepuasan ruhani dan akherat. Kerja keras dan cerdas yang dilandasi dengan bekal pengetahuan (knowladge) yang cukup, ketrampilan yang terus ditingkatkan (skill) serta niat dan ghirah yang kuat (attitude). Semua itu dikenal dengan kecerdasan emosional, spiritual dan intelektual. Sikap profesionalisme dibangun dengan semangat untuk terus belajar demi mencapai tingkat standar kerja yang tertinggi.
  • Istiqomah; konsisten, konsekuen, kontinuitas/berkelanjutan tanpa henti dan tanpa pernah putus asa. Setelah mencapai suatu tahap, maka maju lagi ke tahap berikutnya dan hanya kepada Allah SWT kita berharap.

Sumber: Buku Manajemen Baitul Maal wa Tamwil (BMT) karya M. Ridwan. Hal 130-131.

Menuju cahaya



Menuju cahaya
Risalah ini ditulis Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna pada bulan Rajab tahun 1366 H., atau 1936 M. Pada awalnya, risalah ini ditujukan kepada raja Faruq, perdana mentrinya; Mushthafa Nahhas Pasha, dan para raja, penguasa, serta para pemimpin di seluruh negeri Islam. Juga ditujukan kepada sejumlah tokoh, pemimpin, dan pelopor pembaruan nonpemerintah di berbagai negara.
Risalah ini berbicara mengenai beberapa masalah, antara lain:

  • Penjelasan mengenai kewajiban para pemimpin dalam membebaskan umat Islam dari belenggu politik yang mengungkung mereka dan membangun kembali bangunan umat Islam dengan berlandaskan kaidah-kaidah, prinsip-prinsip, dan peradaban Islam. Sehingga umat islam mendapatkan kembali kejayaannya sebagaimana yang pernah diraih oleh para pendahulu mereka yang shalih.
  • Penegasan bahwa tiada jalan untuk melakukan perbaikan, kecuali dengan menggunakan manhaj Islam. Islam adalah harapan untuk meraih kemuliaan, kejayaan, dan mewujudkan apa yang diinginkan oleh umat dalam berbagai bidang; keilmuan, moral, kekuatan, perekonomian, undang-undang yang kokoh, penjagaan terhadap kaum minoritas, hubungan antarnegara, dan lain sebagainya. Dengan demikian, para pemimpin dan pembaharu memahami bahwa Islam adalah manhaj yang integral, sehingga mereka bangga dengan Islam dan tidak tertipu dengan berbagai manhaj serta slogan nasionalisme sempit, misalnya; “Jerman di atas segala-galanya,” ”Italia di atas segalanya,” dan lain sebagainya.
  • Penjelasan mengenai sikap Islam terhadap non muslim, bahwa mereka yang hidup di bawah naungan Islam akan dilindungi dan diperlakukan secara adil. Sedang yang memusuhi dan selalu membuat makar akan diperangi. Meski demikian, Islam tetap berupaya membangun hubungan baik dengan setiap kelompok yang berbeda keyakinan. Dan, semua itu diatur dalam fikih yang diteliti, cermat, dan bijaksana. Dengan demikian, umat Islam tidak akan berlaku sewenang-wenang saat berkuasa dan tidak merendahkan diri saat lemah.
  • Membongkar kebohongan peradaban Barat dan berbagai kesalahan yang telah dipahami oleh orang banyak, yang mengaitkan kesalahan sebagian orang dengan ajaran Islam. Padahal Islam itu sesuatu yang tersendiri dan kesalahan orang-orang yang berafiliasi kepadanya adalah sesuatu yang lain.
  • Usulan langkah perbaikan secara terperinci yang terdiri dari lima puluh poin:

o   Sepuluh poin terkait dengan perbaikan di bidang politik, hukum, dan manajemen.
o   Tiga puluh poin terkait dengan perbaikan sosial, keilmuan dan tindakan.
o   Sepuluh poin terkait dengan perbaikan ekonomi.    

10 Orang di Jamin Massuk Surga



10 Orang di Jamin Massuk Surga

  1. Abu Bakar Bin Abi Qohafah (Assiddiq)  
  2. Umar Ibnul Khattab (al Faruq) 
  3.  Utsman bin Affan (Dzunnurain) 
  4.  Ali Bin Abi Thalib 
  5.  Thalhah bin Ubaidillah 
  6.  Azzubair Ibnul Awwam 
  7.  Abdurrahman Bin Auf 
  8.  Sa’ad Bin Abi Waqqash 
  9.  Said bin Zaid 
  10.  Abu Ubaidah Ibnul Jarrah

Karakter Wonderful Husband



Karakter Wonderful Husband


  • Wonderful Husband memiliki kemampuan untuk memimpin keluarga dengan penuh cinta dan kasih sayang.
  • Wonderful Husband mampu menundukkan egonya sehingga mudah mengalah, cepat mengakui kesalahan dan ada banyak maaf dalam dirinya.
  • Wonderful Husband mampu membahagikan istri dan merasa senang jika bisa membahagiakan istrinya.
  • Wonderful Husband selalu mengingat kebaikan istri, serta cepat melupakan kekurangan istri.
  • Wonderful Husband selalu memahami istrinya.
  • Wonderful Husband selalu menjadi teladan dalam kebaikan bagi keluarga.
  • Wonderful Husband selalu memelihara kesetiaan.
  • Wonderful Husband selalu tampil “young and fresh” dihadapan istri.
  • Wonderful Husband selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk istri.
Sumber: Buku Wonderful Husband Karya Cahyadi Takariawan.

Minggu, 22 Desember 2013

Ayo! Beasiswa NFP ke Belanda Sudah Dibuka


Netherlands Fellowship Programmes (NFP) kembali hadir. Beasiswa Pemerintah Belanda ini baru saja dibuka untuk kandidat di 50 negara. Bagi Anda yang sudah memiliki pengalaman kerja setidaknya tiga tahun, ini kesempatan melanjutkan studi ke negeri kincir angin. Ada beragam jenis beasiswa NFP yang ditawarkan, di antaranya beasiswa program master, beasiswa kursus singkat (short courses), beasiswa studi PhD, dan beasiswa kursus penyegaran (refresher courses). Jumlah serta durasi beasiswa disesuaikan dengan pilihan program yang diambil. Namun, beasiswa tersebut umumnya sudah menanggung biaya studi selama di Belanda, seperti biaya kuliah, uang saku, tunjangan rumah, tunjangan buku, biaya visa, tiket pesawat, asuransi, hingga biaya riset dll.
 
Info lengkap klik judul.