Minggu, 30 September 2012

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120628

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"...mereka tampak lebih mengutamakan amal drpd konsep yg tercermin dr sikap
mereka lebih memilih kata 'minhaj' drpd kata 'fikrah' ketika menggambarkan
akidah mereka, dan demikian ini pulalah kepribadian Imam Hasan al-Banna."
(Syaikh Jum'ah Amin 'Abdul 'Aziz, dikutip dari buku "Tarikh Al-Ikhwan
Al-Muslimun Jilid 1: Masa Pertumbuhan dan Profil Sang Pendiri")

Ulasan :

Dalam uraiannya, Syaikh Jum'ah Amin 'Abdul 'Aziz menunjukkan perbandingan
antara para pembaharu seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad 'Abduh dan
Rasyid Ridha dengan Hasan al-Banna. Menurut sebagian org, apa yg dibicarakan
oleh al-Afghani, 'Abduh dan Rasyid Ridha dlm tataran ide dan konsep telah
berhasil dikoreksi dan diaplikasikan oleh Hasan al-Banna. Gagasan-gagasan
al-Banna dan Al-Ikhwan cenderung sederhana, namun sangat aplikatif. Itulah
maksud ungkapan Syaikh Jum'ah yg mengatakan bahwa 'mereka lebih mengutamakan
amal drpd konsep'. Bukan berarti amal2 mereka tdk dilandasi konsep, hanya
saja konsep hebat yang tidak diaplikasikan dalam amal nyata dianggap sebagai
kesia-siaan belaka, sedangkan amal kecil yang diaplikasikan secara konsisten
justru menjadi kunci keberhasilan dakwah Al-Ikhwan.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

Rekap Transaksi Bursa Efek Indonesia (28-Sep-2012)

sumber: http://www.duniainvestasi.com/bei/newsletters/view/20120928
Dunia Investasi

Rekap Transaksi Bursa Efek Indonesia
28-Sep-2012
Top Gainer
code nama saham close chg pct volume freq
LIONLion Metal Works Tbk.10,000+5005.26%3,0003
SMGRSemen Gresik (Persero) Tbk.14,450+5003.58%7,870,5001,042
MYORMayora Indah Tbk22,400+4502.05%134,500128
GGRMGudang Garam Tbk.46,450+4500.98%1,418,500813
KLBFKalbe Farma Tbk.4,700+4009.30%15,056,5002,362
SCMASurya Citra Media Tbk.11,000+4003.77%1,247,500260
HMSPH.M. Sampoerna Tbk.52,600+4000.77%1,5003
UNVRUnilever Indonesia Tbk.26,050+3001.17%2,370,0001,101
KARWICTSI Jasa Prima Tbk.1,530+26020.47%16,328,0004,731
ROTINippon Indosari Corpindo Tbk.5,750+2504.55%145,00041
Top Loser
code nama saham close chg pct volume freq
LPINMulti Prima Sejahtera Tbk10,300-500-4.63%559,000218
AALIAstra Agro Lestari Tbk.21,950-250-1.13%744,500495
FASWFajar Surya Wisesa Tbk.2,400-150-5.88%2,5001
JPFAJapfa Comfeed Indonesia Tbk.4,700-150-3.09%1,608,500379
MYOHSamindo Resources Tbk.1,320-100-7.04%1,302,500389
SCCOSupreme Cable Manufacturing & Commerce T5,900-100-1.67%8,00010
TCIDMandom Indonesia Tbk.8,250-100-1.20%16,5004
MAYABank Mayapada Internasional Tbk.1,900-90-4.52%92,50021
SQMIRenuka Coalindo Tbk.930-60-6.06%25,00012
CEKACahaya Kalbar Tbk1,710-50-2.84%54,50034
Top Value
code nama saham close chg pct value
ASII Astra International Tbk. 7,400 +1001.37%283,921,525,000
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7,450 00.00%194,270,000,000
TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 9,450 +1001.07%169,137,925,000
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 8,200 -50-0.61%166,483,900,000
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 5,650 +1502.73%147,103,425,000
AKRA AKR Corporindo Tbk. 4,250 +1754.29%121,997,512,500
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 4,125 00.00%120,705,950,000
UNTR United Tractors Tbk. 20,700 +1500.73%113,178,950,000
SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk. 14,450 +5003.58%112,150,050,000
BMTR Global Mediacom Tbk. 2,050 +703.54%97,445,745,000
Percent Gainer
code nama saham close chg pct volume freq
SKBMSekar Bumi Tbk.155+4034.78%50,0001
CENTCentrin Online Tbk.205+5032.26%6,5008
BTEKBumi Teknokultura Unggul Tbk1,100+20022.22%2,416,00047
KARWICTSI Jasa Prima Tbk.1,530+26020.47%16,328,0004,731
CNKOExploitasi Energi Indonesia Tbk.310+3512.73%126,186,0003,504
KICIKedaung Indah Can Tbk210+2211.70%8,5004
ASRMAsuransi Ramayana Tbk.1,070+11011.46%2,0002
PWONPakuwon Jati Tbk.270+2510.20%190,706,0002,379
RODARoyal Oak Development Asia Tbk.410+359.33%3,421,00047
KLBFKalbe Farma Tbk.4,700+4009.30%15,056,5002,362
Percent Loser
code nama saham close chg pct volume freq
RBMSRistia Bintang Mahkotasejati Tbk.220-45-16.98%7,198,000611
MTFNCapitalinc Investment Tbk.245-35-12.50%13,5003
APOLArpeni Pratama Ocean Line Tbk.50-7-12.28%37,565,5001,057
DPNSDuta Pertiwi Nusantara Tbk.395-45-10.23%2,0004
LAPDLeyand International Tbk.133-14-9.52%54,50014
SPMASuparma Tbk.285-25-8.06%654,00064
POLYAsia Pacific Fibers Tbk230-20-8.00%16,303,000827
MFMIMultifiling Mitra Indonesia Tbk.190-15-7.32%1,5002
MYOHSamindo Resources Tbk.1,320-100-7.04%1,302,500389
SQMIRenuka Coalindo Tbk.930-60-6.06%25,00012
Index
code close chg%
COMPOSITE 4,262.56 0.89
LQ45 731.77 0.90
KOMPAS100 945.09 0.95
JII 600.84 1.28
AGRI 2,242.26 0.44
BASIC-IND 470.13 1.46
BISNIS-27 362.50 0.88
CONSUMER 1,554.72 1.96
DBX 585.94 0.84
FINANCE 543.48 -0.07
IDX30 370.70 0.90
INFRASTRUC 887.33 0.56
ISSI 143.96 1.29
MANUFACTUR 1,103.37 1.64
MBX 1,229.61 0.90
MINING 2,030.60 0.35
MISC-IND 1,312.28 1.35
PEFINDO25 465.45 0.80
PROPERTY 310.54 1.73
SRI-KEHATI 231.86 0.90
TRADE 734.18 1.48
Most Active
code close freq
PRAS 153.00 5,017
ELSA 174.00 4,789
KARW 1,530.00 4,731
CNKO 310.00 3,504
GAMA 330.00 3,253
BMTR 2,050.00 3,015
BHIT 495.00 2,758
TMPI 530.00 2,425
PWON 270.00 2,379
KLBF 4,700.00 2,362
Most Foreign Buy
code close volume
PWON 270.00 42,931,000
BBTN 1,440.00 21,617,000
BHIT 495.00 20,314,500
INDF 5,650.00 16,598,500
AKRA 4,250.00 16,445,000
BMTR 2,050.00 15,239,000
MNCN 2,600.00 14,337,000
CTRA 710.00 11,503,500
KOBX 730.00 11,390,500
BBRI 7,450.00 11,339,200
Most Foreign Sell
code close volume
ASRI 495.00 -80,001,000
ENRG 90.00 -22,440,500
BRAU 175.00 -8,675,000
BBNI 3,925.00 -4,270,000
BBCA 7,900.00 -4,053,000
PGAS 4,125.00 -3,168,000
MAPI 6,400.00 -2,615,000
EXCL 6,650.00 -2,540,500
JSMR 5,850.00 -2,399,000
IATA 122.00 -2,218,500