Kamis, 08 November 2012

Relationship Management (LOWONGAN RZ)

Penempatan   : Jakarta
Kebutuhan      : 1 orang

Tugas :
Sebagai funding force Relationship Management corporate.
1.  Bertanggung jawab atas tercapainya target corporate yang diamanahkan.
2.  Melakukan funding terhadap dana-dana corporate.
3.  Membangun relationship sebagai bentuk maintenance.
4.  Manuver donatur corporate baru.
5.  Menyusun dan melaporkan aktivitas kepada Relationship & Channeling Management.

Persyaratan :
1.  S1 Marketing/Ilmu Komunikasi
2.  Berpengalaman di bidang funding
3.  Good Communication, Marketing Skill
LAMARAN dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25C Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Lamaran kami terima paling lambat :
10 November 2012
"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Channeling Management Consultant (LOWONGAN KERJA RZ)

Penempatan  : Jakarta
Kebutuhan     : 1 orang
Tugas :
Melaksanakan pemenuhan requirement kerjasama PPOB (Payment Point Online Bank) & Virtual Account dan melakukan delivery kepada customer internal & eksternal lembaga.

Persyaratan :
1. D3 Perbankan (Syariah), Informatika (semua jurusan),
2. Project Management, Komunikasi Personal & Group (Presentasi), Mengenal Produk & Layanan Perbankan, kemampuan Internet, Marketing-Selling-Funding Skill
Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25c Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

lamaran kami terima paling lambat :
10 November 2012
"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Program Head (LOWONGAN RZ)

Penempatan    : Medan dan Makasar

Kebutuhan       : 2 orang

Tugas :
Melakukan perencanaan wilayah binaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi dalam implementasi program & project, serta menjadi representasi Direktorat Program di level cabang (kota).

Persyaratan :
1. S1 segala jurusan
2. Berpengalaman dalam melakukan monitoring dan evaluasi
3. Kompetensi :
    •  Perencanaan dan pengorganisasian
    •  Kemampuan dalam mengkonsep dan mendesign
    •  Effective analytical & Problem solving
    •  Kemampuan mendelegasikan dan komunikasi
    •  Kemampuan sebagai ambassador

Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25c Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Lamaran kami terima paling lambat :
10 November 2012
"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Strategic Relationship Consultant (LOWONGAN RZ)

Lokasi          : Jakarta

Kebutuhan    : 1 orang

Tugas :
Mencari, menginisiasi dan mengelola kerjasama dalam bidang strategic relationship.

Persyaratan :
1. Minimum D3 Ilmu Sosial
2. Kompetensi :
    - Komunikasi Personal & Group (Presentasi)
    - Memahami konsep Community Development
    - Kemampuan Internet tingkat mahir
    - Mengetahui dasar-dasar project management

Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25c Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Lamaran kami terima paling lambat :
10 November 2012
"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Branch Manager (LOWONGAN RZ)

Penempatan    : Padang, Bekasi, Bogor, Cilegon, Kelapa Gading, Thamrin, Tangerang, Jayapura, Malang, Samarinda, Surabaya (Sungkono).

Kebutuhan       : 11 orang

Tugas :
Memastikan dan menjamin bahwa kebijakan-kebijakan sistem dan regulasi-regulasi operasional maupun progam dapat diterapkan dan dijalankan dengan baik di cabang

Persyaratan :
  1. S1 jurusan Marketing atau Komunikasi
  2. Mempunyai pengalaman di bidang Funding
  3. Mempunyai kompetensi di bidang Komunikasi atau Marketing

Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25c Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Lamaran kami terima paling lambat :
10 November 2012

"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Superinfak Consultant (Lowongan RZ)

Wilayah           : Sumatera, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Jayapura.
Tugas             :
Bertanggung jawab atas penempatan, kolekting dan maintenance dana Superinfaq.
Persyaratan :
  1. Minimal SMA/SMK.
  2. Mempunyai pengalaman di direct selling atau marketing minimal 6 bulan.
  3. Dapat bekerja secara tim dan terbiasa bekerja dengan target.
Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25C Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Lamaran kami terima paling lambat :
22 Desember 2012
"Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses lebih lanjut!"

Lowongan RZ Posisi Internet Marketing

Penempatan    : Bandung
Tugas             :
Melaksakanan proses komunikasi dengan donatur dengan menggunakan media internet serta bertanggung jawab terhadap target pencapaian dana masing-masing yang telah diamanahkan sesuai dengan JC yang telah ditetapkan oleh lembaga
Persyaratan     :
  1. D3 atau S1 Semua Jurusan.
  2. Pengalaman di funding atau Internet Marketing min 2 tahun.
  3. Memahami dasar-dasar pemasaran internet, communication skill, mempunyai jaringan yang luas, dan kemampuan bahasa yang baik.

Lamaran dikirimkan ke :
Jl. Turangga No.25C Bandung
Telp. (022) 7332407

email : career@rumahzakat.org

Selasa, 06 November 2012

Beasiswa Kukar Buka Pendaftaran 2012

Tawaran beasiswa kembali disediakan Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar). Beasiswa Pemkab Kukar ini adalah upaya pemerintah setempat meringankan biaya kuliah bagi mahasiswanya, baik yang studi di wilayah Provinsi Kaltim maupun di luar daerah. Beasiswa tersedia mulai dari jenjang D1, D2, D3, hingga S1, S2, dan S3. Beasiswa ini ditawarkan hampir di semua level. Jadi, bagi Anda warga Kukar, kesempatan ini sayang dilewatkan. Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 22 Oktober – 3 November 2012 bertempat di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Tenggarong. Bagi mahasiswa Kukar yang mengambil studi di dalam Provinsi Kaltim, pengumpulan berkas dilakukan sendiri.

Selengkapnya klik DISINI

Rekap Transaksi Bursa Efek Indonesia (05-Nov-2012)

sumber: http://www.duniainvestasi.com/bei/newsletters/view/20121105
Dunia Investasi
Rekap Transaksi Bursa Efek Indonesia
05-Nov-2012
Top Gainer
code nama saham close chg pct volume freq
LMSHLionmesh Prima Tbk.8,400+3003.70%5001
TOWRSarana Menara Nusantara Tbk.19,800+3001.54%10,0005
ABDAAsuransi Bina Dana Arta Tbk.1,790+29019.33%80,5008
FASTFast Food Indonesia Tbk.12,200+2001.67%5001
DUTIDuta Pertiwi Tbk3,150+1505.00%29,5005
TCIDMandom Indonesia Tbk.9,750+1501.56%5001
PGASPerusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.4,700+1252.73%30,486,0001,587
PNSEPudjiadi & Sons Tbk.610+12024.49%5001
MAINMalindo Feedmill Tbk.1,740+1006.10%22,821,0001,197
IMASIndomobil Sukses Internasional Tbk.5,300+1001.92%2,915,000327
Top Loser
code nama saham close chg pct volume freq
MYORMayora Indah Tbk21,550-1,400-6.10%267,500219
GGRMGudang Garam Tbk.46,650-1,200-2.51%1,840,5001,231
UNTRUnited Tractors Tbk.20,650-550-2.59%3,551,5001,034
ROTINippon Indosari Corpindo Tbk.5,850-300-4.88%410,500210
UNVRUnilever Indonesia Tbk.26,100-250-0.95%1,915,500534
MAPIMitra Adiperkasa Tbk.6,050-200-3.20%6,845,500800
HEXAHexindo Adiperkasa Tbk7,150-200-2.72%208,000112
PTBATambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tb16,200-200-1.22%666,000342
KKGIResource Alam Indonesia Tbk.2,725-150-5.22%1,254,000260
ISATIndosat Tbk6,650-150-2.21%1,259,500246
Top Value
code nama saham close chg pct value
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 7,100 -50-0.70%408,133,325,000
ASII Astra International Tbk. 7,750 -150-1.90%241,737,725,000
TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 9,400 -150-1.57%154,974,175,000
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 4,700 +1252.73%141,459,687,500
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 8,400 00.00%133,282,600,000
TRAM Trada Maritime Tbk. 990 -20-1.98%127,905,735,000
TAXI Express Transindo Utama Tbk. 630 +406.78%109,620,060,000
GGRM Gudang Garam Tbk. 46,650 -1,200-2.51%86,087,450,000
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 3,700 -100-2.63%74,423,412,500
UNTR United Tractors Tbk. 20,650 -550-2.59%73,722,375,000
Percent Gainer
code nama saham close chg pct volume freq
PNSEPudjiadi & Sons Tbk.610+12024.49%5001
ABDAAsuransi Bina Dana Arta Tbk.1,790+29019.33%80,5008
BABPBank ICB Bumiputera Tbk.170+1711.11%4,897,500360
KDSIKedawung Setia Industrial Tbk.620+6010.71%588,500127
SUGISugih Energy Tbk.139+129.45%188,574,5002,773
MDRNModern Internasional Tbk.740+608.82%18,333,500686
DKFTCentral Omega Resources Tbk.335+258.06%22,160,500691
WICOWicaksana Overseas International Tbk.58+47.41%10,5002
PTSNSat Nusapersada Tbk88+67.32%370,50046
PBRXPan Brothers Tbk.450+307.14%2,744,000513
Percent Loser
code nama saham close chg pct volume freq
BKDPBukit Darmo Property Tbk95-10-9.52%7,0003
ARIIAtlas Resources Tbk.1,100-100-8.33%5001
SMRUSMR Utama Tbk.360-30-7.69%2,5004
KBLMKabelindo Murni Tbk.130-10-7.14%3,0003
FRENSmartfren Telecom Tbk.95-7-6.86%57,275,0001,466
SHIDHotel Sahid Jaya International Tbk.355-25-6.58%1,396,50044
SIAPSekawan Intipratama Tbk120-8-6.25%1,5002
MYORMayora Indah Tbk21,550-1,400-6.10%267,500219
LPGILippo General Insurance Tbk.1,600-100-5.88%16,5004
MYTXApac Citra Centertex Tbk400-25-5.88%1,017,50017
Index
code close chg%
COMPOSITE 4,302.94 -0.83
LQ45 740.89 -0.97
KOMPAS100 954.86 -0.95
JII 610.62 -0.94
AGRI 2,113.55 -0.24
BASIC-IND 491.48 -0.46
BISNIS-27 367.84 -0.91
CONSUMER 1,582.63 -1.27
DBX 577.91 -0.22
FINANCE 546.78 -0.58
IDX30 375.09 -1.02
INFRASTRUC 922.88 -0.20
ISSI 145.97 -0.91
MANUFACTUR 1,136.02 -1.14
MBX 1,245.15 -0.91
MINING 1,892.92 -1.29
MISC-IND 1,354.50 -1.54
PEFINDO25 449.01 -0.81
PROPERTY 316.35 -1.03
SRI-KEHATI 236.30 -0.91
TRADE 733.94 -1.00
Most Active
code close freq
BHIT 540.00 3,799
TMPI 425.00 3,219
TAXI 630.00 2,890
SUGI 139.00 2,773
BBRI 7,100.00 2,766
TIRT 72.00 2,730
ASII 7,750.00 2,157
KLBF 970.00 2,099
BMTR 2,275.00 1,591
PGAS 4,700.00 1,587
Most Foreign Buy
code close volume
PNLF 134.00 17,456,000
PTPP 760.00 10,359,500
LPKR 970.00 10,274,000
BHIT 540.00 7,755,500
BJBR 1,100.00 7,587,500
SDRA 495.00 7,077,000
MDRN 740.00 6,637,500
BBTN 1,570.00 4,974,000
VIVA 510.00 4,938,500
BRAU 235.00 4,551,000
Most Foreign Sell
code close volume
TAXI 630.00 -49,879,000
BBRI 7,100.00 -26,597,500
BUMI 650.00 -17,176,000
ASRI 570.00 -15,954,000
ELTY 61.00 -13,895,000
ASII 7,750.00 -13,141,000
GIAA 680.00 -9,246,000
BBNI 3,700.00 -7,446,500
BTEL 56.00 -7,249,500
SIMP 1,130.00 -5,263,000

Beasiswa Chevening 2013/2014 Terima Pendaftaran

Program beasiswa global Pemerintah Inggris, Chevening kembali dibuka secara online. Pendaftaran 2013/2014 tersedia hingga batas 2 Januari 2013. Sebanyak 25 kursi dialokasikan bagi mahasiswa asal Indonesia. Jika terpilih, beasiswa Chevening akan menanggung biaya studi master selama setahun di perguruan tinggi Inggris. Beasiswa Chevening didanai oleh Foreign and Commonwealth Office (FCO) dengan maksud menggalang individu-individu berbakat yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan dan pengambil keputusan. Beasiswa Chevening melingkupi berbagai bidang, seperti politik, pemerintahan, bisnis, media, lingkungan, masyarakat sipil, agama, maupun akademisi.

Selengkapnya klik DISINI

Minggu, 30 September 2012

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

TQD - 120629

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Tarbiyah Quote of the Day :

"Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh
anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2
jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn
sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh
membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku
hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai
mereka dlm penjara." (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM
Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para
aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi
'membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian' ini diketahui sbg sebuah taktik
utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta'al
al-Jabari dalam buku "Pembunuhan Hasan al-Banna")

Ulasan :

Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini. Pertama,
kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau
mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg
dipimpinnya. Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya
seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota 'keluarga' itu tdk bisa
menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita. Ketiga, bahwa
penjara telah menjadi 'lembaga pendidikan', bahkan menjadi salah satu ladang
persemaian dakwah Al-Ikhwan. Banyak tokoh2 yg 'dibesarkan' oleh penjara.
Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad
dipenjara oleh penguasa Mu'tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin
disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi
pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab
tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir
yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng
oleh penjara.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

Akmal, ST., M.Pd.I.

Manajer Div. Workshop & Training

Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)