Sabtu, 28 April 2018

Masih Banyak Alasan Untuk Berkarya? Belajarlah dari Dua Tokoh Besar Ini


Penulis : Fatkhur Rochman
Editor : Sabila J. Firda  


Menulis itu gampang-gampang susah, kadang perlu membuat alur yang mengalir agar tulisan enak dibaca. Setelah membaca banyak karya dan mengamati tiap tulisan. Tiap penulis punya ciri dan gaya yang berbeda dalam menulis.

Penulis yang baik akan memiliki motivasi yang baik, tiap amal tergantung niatnya. Hadis Arba’in Imam An Nawawi hadis pertama yang dikupas adalah bab niat. Dikisahkan dalam hadis tersebut tentang kisah seseorang yang berniat hijrah karena wanita. Memang amal yang diniatkan karena dunia akan dapat dunia. Tapi akhirat tidak dapat. Maka di penggalan terakhir hadis ada kalimat yang sangat menyentuh. Perbandingan antara hijrah karena dunia dan hijrah karena Allah dan rasul-Nya. Secara garis besar, niat akan selalu mempengaruhi hasil karya dan kemampuan bertahan dalam menulis.

Ada contoh penulis yang melegenda dengan karya yang melebihi umurnya, antara lain:

Sayyid Qutb
Paparan mengenai kisah penulis yang melegenda salah satunya adalah Sayyid Quthb. Beliau penulis yang fenomenal dan monumental. Salah satunya tafsir Fi Zhilalil Qur’an, karya itu hadir dua juz pertama di luar penjara dan 28 juz di penjara. Sungguh tidak terbayangkan bagaimana sulitnya melahirkan karya tersebut. Kita tahu bagaiamana rezim Mesir yang cukup sadis memperlakukan tahanan pada masa itu. Jadi prosesnya fenomenal dan monumental. Ditambah lagi proses penerbitanya cukup memberi banyak keuntungan bagi penerbitnya.

Buya Hamka
Cerita lain lagi hadir dari tanah air, ulama karismatik yang jago nulis, Buya Hamka. Sosok pembelajar sejati, orang tanpa ijazah yang mampu mengguncang dunia. Melahirkan karya fenomenal dan monumental tafsir Al Azhar. Karya ini juga sama hadir dari dalam penjara. Kata beliau mungkin kalau tak dipenjara tafsir ini tak akan hadir. Beliau dipenjara karena kriminalisasi. Tuduhan makar yang tak terbukti. Dari karya tersebut Buya Hamka dan keluarga bisa naik haji.

Kedua cerita di atas, memberi kesimpulan setiap kesulitan pasti ada berkahnya. Dua penulis tersebut mampu melahirkan karya yang dahsyat dari keadaan yang mungkin tak terpikirkan untuk melahirkan karya. Penjara bagi kedua penulis adalah wahana yang baik untuk berkarya.

Belajar dari realitas di atas, beliau berdua adalah orang yang gigih. Melihat semua cobaan adalah ladang amal. Tak berhenti berkarya apapun keadaannya. Orang-orang saleh yang memegang akhiratnya, sehingga dunia mengikutinya. Mereka ikhlas akan takdir yang sudah digariskan. Mereka jujur dengan keadaan. Terus memberi dan menginspirasi. Akhirnya lahir karya abadi.    

Terbit Bernas.id 26 Februari 2018

Jumat, 27 April 2018

Rahasia: Jenis Investasi yang Menjanjikan Ini Patut Menjadi Pertimbangan Anda!


Penulis : Fatkhur Rochman
Editor : Sabila J. Firda  


Investasi menurut Haming dan Basalamah adalah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) maupun aktiva keuangan, dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa mendatang.  Selanjutnya dikatakan juga investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan  dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.

Zaman now harus pintar dalam memilih investasi agar tak menyesal di kemudian hari. Ada empat hal yang bisa jadi alternatif dalam berinvestasi:

Tanah
Kita tahu jumlah tanah tidak banyak bertambah, bahkan relatif berkurang setiap waktu. Dalam hukum ekonomi ketika permintaan bertambah, tetapi jumlah barang sedikit, maka akan ada kenaikan harga. Mari kita perhatikan harga tanah semakin hari semakin mahal. Sebab populasi manusia juga bertambah padahal jumlah tanah relatif berkurang. Melihat kondisi ini investasi tanah sangat menguntungkan.

Emas
Produk ini termasuk barang yang mampu bertahan baik dalam harga. Secara harga stabil naik dan juga bisa menjadi standar ekonomi. Awalnya emas adalah alat tukar dan jadi cadangan devisa negara. Namun sekarang emas lebih dipakai sebagai perhiasan dan simbol kekayaan. Tapi emas yang baik dipakai investasi adalah emas batangan. Sekarang telah banyak penawaran emas batangan dengan nominal yang lebih murah. Dengan menabung emas maka bisa dipakai untuk masa depan.

Buku dan Ilmu
Kita tahu negara yang melek literasi dan ilmu akan maju dalam segala aspek. Buku dan ilmu adalah bagian investasi besar dalam membentuk masyarakat yang beradab. Negara yang menghasilkan buku dan ilmu yang banyak akan dipandang sebagai negara maju. Teknologi sekarang adalah bentuk investasi ilmu yang bermanfaat untuk manusia. Buku adalah bagian pewarisan peradaban agar ada kelanjutan bagi generasi setelahnya. Maka pribadi yang baik akan selalu investasi buku dan ilmu untuk bekal masa depan.

Itulah empat hal yang dapat kita investasikan. Selamat berinvestasi!

Terbit Bernas.id 24 Februari 2018

Kamis, 26 April 2018

Mau Tahu Apa Itu Wonderful Family? Perhatikan 3 Hal Ini dan Terapkan di Keluarga Anda


Penulis : Fatkhur Rochman
Editor : Sabila J. Firda 

 
Teori rekayasa sosial menyebutkan bahwa pribadi yang baik akan membentuk keluarga yang baik. Masyarakat yang baik berawal dari keluarga yang baik. Negara yang baik berawal dari masyarakat yang baik. Dunia yang baik berawal dari negara-negara yang baik. Efek domino yang dilakukan berawal dari pribadi, terus keluarga, lalu masyarakat, kemudian negara, akhirnya dunia.

Wonderful family menurut Cahyadi Takariawan adalah keluarga yang memunculkan produktifitas, keluarga yang menghadirkan kontribusi bagi masyarakat luas. Sebuah keluarga yang menghargai potensi, menjunjung tinggi budi pekerti dan menghormati nilai-nilai. Serta keluarga yang menaati tatanan ilahi dan juga mengikuti tuntunan Nabi. Seperti itulah makna wonderful family yang dikutif dalam buku wonderful family.

Ada tiga komponen yang dimiliki wonderful family, antara lain:

Sakinah
Keluarga memiliki ketenangan antar anggota keluarga. Suami tenang ketika meninggalkan rumah, anak dan juga istri. Harta dan kehormatan keluarga dijaga baik oleh semua anggota keluarga. Rasa nyaman selalu ada karena ada perlindungan dari semua anggota keluarga. Kasih sayang juga hadir yang akhirnya menimbulkan kedamaian, ketenangan, keamanan, kebahagian, keberkahan dan penghargaan.

Mawaddah
Cinta selalu membara kepada pasangan suami istri, kondisi ini hadir ketika awal menikah. Fisik selalu menjadi patokan utama. Perasaan yang membawa kepada cinta yang berawal dari pandangan mata. Ketampanan maupun kecantikan mungkin juga kedudukan yang lebih dilihat. Perasaan sayang juga hadir dalam kondisi ini, kasih sayang yang bentuk ekspresi hati kepada pasangan.

Rahmah
Kondisi rahmah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut, terpancar dari kedalaman hati yang tulus, siap berkorban, siap melindungi yang dicintai dan tanpa pamrih. Bisa dikatakan rahmah adalah perasaan cinta dan kasih sayang yang sudah berada di luar batas-batas sebab yang bercorak fisik. Inilah cinta dan kasih sayang sejati yang lahir dari proses bersama antara pasangan dan keluarga.

Keluarga yang dipenuhi tiga hal di atas itulah wonderful family. Ini juga doa yang sering diselipkan ketika awal menikah bagi pasangan baru. Kondisi sakinah, mawaddah dan rahmah itu merupakan proses yang ingin dicapai semua keluarga. Cita-cita besar yang harus dimiliki semua keluarga di dunia. Keluarga kuat maka masyarrakat akan kuat juga negara akan kuat.

Ternit di Bernas.id  tanggal 24 Februari 2018

Rabu, 25 April 2018

PRINSIP DAN PENYIMPANGAN GERAKAN ISLAM (Part 9)

SIKAP MENGHADAPI MUSUH DAN KEKUATANNYA
Kesalahan dalam memandang musuh :
1.    Membesar besarkan kekuatan musuh
Sehingga menimbulkan ketakutan dan kegentaran , kelemahan dalam menghadapi mereka/ bahkan menyerah .
Kita harus sadar dan yakin dukungan Allah SWT.   QS. Alfath :4:“ Dan kepunyaan Allahlah tentara-tentara langit dan bumi” (buku hlm. 202).
2.    Terlalu meremehkan kekuatan musuh, sehingga tidak mengadakan persiapan.
3.    Buruknya sistem pemilihan pimpinan militer.
Maka wajib memilih pimpinan militer yang memiliki paduan kekuatan iman dan kemampuan tehnis.
4.    Berkelompok dan saling berhianat di kalangan pimpinan
5.    Spontanitas
Artinya tidak membuat perencanaan dan langkah operasional yang didasarkan pada pengkajian data dan penilaian yang benar. 
6.    Mengikutsertakan orang-orang yang lemah iman dan munafiq.
(QS. Attaubah :47-48)
7.    Bangga dengan mayoritas.
Baik perlengkapan persenjataan, kemampuan tehnis, latihan-latihan militer dan faktor lainnya.
8.    Merasa berat pada dunia dan tidak menyambut panggilan jihad.
9.    Mundur dari medan pertempuran.
Kecuali untuk mengatur strategi / bergabung dengan kawan.
10.    Merasa sombong dan congkak pada saat kemenangan
11.    Jatuh mental dan semangat
12.     Pada saat terjadi serangan (QS. Ali Imran : 139-141).

Selasa, 24 April 2018

PRINSIP DAN PENYIMPANGAN GERAKAN ISLAM (Part 8)

SEKITAR UJIAN DAN COBAAN
Karakteristik ujian :
Ujian merupakan sunnah dakwah.
Guna ujian : penempaan, pembersihan, dan penyaringan orang orang yang benar dan orang-orang yang dusta.
Sebab: kemenangan membawa amanah cukup berat dan memerlukan persiapan orang-orang yang tekun dan tidak melakukan penyimpangan sebelum memperjuangkannya.
Ayat Al Qur’an : Al Ankabut: 1-3, Albaqarah: 214, Albaqarah: 155.  Baca Halaman : 193-195.
Penyimpangannya :
Kesalahan dalam memandang ujian
1.    Anggapan bahwa ujian bukan hal yang wajar terjadi di atas jalan dakwah atau menganggapnya sebagai akibat dari kesalahan dari pihak pimpinan jamaah.
Kemudiaan kekeliruan anggapan ini diekspos ke tengah shaf. Padahalsebenarnya dengan adanya ujian, berarti kita tengah berada di jalan para du’at karena Rasulullah SAW serta para rasul terdahulu juga mengalami penyiksaan dan gangguan.

2.    Guncangnya kepercayaan terhadap jalan dakwah.
Misal menimbulkan pemikiran bahwa “ seandainya kita berada pada pihak yang benar, pasti Allah akan menolong kita dan musuh Allah pasti tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kita.
Contoh nyata: pada tahun 1965 algojo gamal abdul naser yg bertugas menyiksa ikhwan mengatakan hal mirip di atas”.

3.    Anggapan bahwa ujian ini sebenarnya dapat dihindaridengan sedikitbertindak bijaksana dan taktis/diplomasi dgn musuh. Tetapi karena para penanggung jawab tidak pernah berdiplomasi sama sekali akhirnya terjadilah ujian ini.

4.    Berlindung dan mendukung orang-orang zalim serta mengatakan keluar dari jamaah dan menyerangnya karena ingin menghindariancaman pemenjaraan dan penyiksaan.
Jika ada yang tidak sanggup menahan derita siksaan boleh mengambil sikap demikian dengan syarat hatinya tetap beriman dan komitment dengan jamaah.Ini merupakan rukhsoh (pengecualian) bukan ‘azimah (prinsip umum). Khiththah dasarnya adalah bersabar dan konsisten dalam perjuangan.

5.    Bila ujian mengakibatkan berhentinya perjalanan dakwah.

6.    Kelemahan yang terdapat pada sebagian orang yang menduduki jabatan penting, pada saat terjadinya cobaan sebagai alasan untuk menuduh jeleknya seleksi dari pimpinan. Tidak ada seleksi yang ketat, tidak obyektif,dsb.


7.    Tidak mengambil hikmah Allah dari penempaan serta seleksi yang terkandung dalam ujian.

8.    Tidak memaklumi orang yang tidak tahan menanggung kerasnya siksaan dan orang yang lemah, tetapi masih pada pendiriannya.


9.    Terlalu berlebihan perhatian kita hanya untuk menghentikan gangguan  dan penyiksaan terhadap sesama anggota dengan bentuk apa saja. Walaupun dengan mengorbankan dakwah dan amal islami.
Misal : Merunduk runduk / merengek rengek pada orang zalim dan membuat kesepakatan yang merugikan dasar dakwah.

10.    Menganggap ujian sebagai pukulan keras yang mematikan/melumpuhkan.
Misal : syahidnya para syuhada dianggap merugikan.Secara horizontal penyebaran dakwah mungkin terhambat, tapi secara vertikal diganti dengan kemenangan dalam bentuk tarbiyah, pembinaan, penempaan dan pembersihan jiwa.

11.    Menghentikan dakwah pada Allah dan gerakan dakwah setelah mengalami ujian agar tidak  mendapat siksaan baru.

12.    Mempersempit aktivitas akibat adanya cobaan kepada masalah yang tidak menyinggung musuh dan penguasa.

13.    Menjangkitnya penyakit keputus asaan dengan sebab ujian, melemahnya optimisme, pudarnya kepercayaan pada Allah dan dukungannya pada masa depan  dan tujuan-tujuan yang akan kita wujudkan.
Hasan Albana memperingatkan kita tentang faktor-faktor keberhasilan yang dapat menundukkan rintangan :
1.    Dakwah kita dakwah menuju Allah, Dakwah yang paling mulia.
Kita menyeru pada fikrah yang paling kuat yakni fikrah Islam. Kita menyuguhkan pada manusia syariat yang paling adil yakni syariat Allah.
QS, Albaqarah : 138
“ Shibghah Allah, siapakah yang lebih baik shibghahnya? Daripada shibghah Allah ?”
2.    Dunia memerlukan dakwah ini            
3.    Alhamdulillah kita bebas dari ambisi pribadi, jauh dari kepentingan pribadi. Niat kita semata karena Allah untuk kebaikan manusia dan mencari ridhonya.
4.    Kita selalu menantikan dukungan dan pertolongan Allah. Siapa yang ditolong Allah maka tidak ada yang dapat mengalahkannya.