Jumat, 23 Februari 2018

Untuk Para Suami: Istri dan Motor, Mana yang Paling Terawat?


Istri adalah bagian dari pribadi suami. Tulang rusuk yang hilang yang ditemukan. Bengkok bentuknya, harus pelan meluruskannya. Pelan-pelan tak perlu keras, kalau keras bisa patah, kalau tak diluruskan akan tetap bengkok. Filosofi yang indah dalam membentuk karakter manusia.

Motor itu kendaraan yang biasa digunakan. Alat transportasi yang digunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bisa digunakan sendiri atau berboncengan. Pengendara motor pasti paham bagaimana memperlakukan motor secara baik. Pemakai harus paham mengunakan dan merawat motor. Ada buku panduan setiap membeli motor.

Kita sebagai suami tahu bahwa seorang istri dan motor dua hal yang berbeda. Satu sisi istri adalah manusia dan motor adalah benda mati. Terus kenapa kita diminta untuk merawat istri seperti merawat motor. Ambil poin pentingya bahwa merawat motor sudah ada panduan dan merawat istri juga ada panduan. Tapi kita bisa mengambil ibra dari merawat motor untuk diamplikasikan merawat istri.

Mari kita bandingkan satu persatu. Apakah bisa menjadi contoh atau masuk akal kalau kita praktikkan. Mari kita amati satu persatu, bandingan berikit ini.
  1.     Motor harus dibeli dengan uang, kalau istri cukup dengan mahar.
  2.     Motor perlu perawatan bulanan, istri juga harus perawatan bulanan.
  3.     Motor perlu bahan bakar, istri perlu nafkah.
  4.     Motor perlu STNK dan BPKB sebagai bukti kepemilikan, istri perlu surat nikah.
  5.     Motor harus hati-hati keti
    ka dikendarai, istri pun ketika diajak mengarungi rumah tangga harus hati-hati.
  6.     Motor harus dibawa ke bengkel ketika ada perbaikan, istri ketika sakit harus berobat.
  7.     Motor ketika ingin tampil baik bisa ditambah aksesori, istri juga sama beri aksesori dan pakaian yang baik.
  8.     Motor perlu ke salon untuk mempercantik diri, istri pun sama ke salon sebulan sekali.
  9.     Motor perlu istrihat maksimal, istri pun sama, berilah waktu istirahat yang baik.

Poin-poin di atas itu hanya sebagian. Bisa jadi masih banyak hal yang bisa ditambahkan. Sejatinya merawat istri harus lebih baik dari pada merawat motor. Jangan terbalik kita bisa merawat motor namun tak bisa merawat istri.

Istri butuh perhatian khusus. Perwajahan istri adalah perwajahan suami. Suami yang baik adalah suami yang mampu merawat istri.

Semoga bermanfaat untuki para suami!

Kamis, 15 Februari 2018

Sakitmu Deritaku


Sakitmu Deritaku

Oleh: Fatkhur Rochman

Umurmu baru 10 bulan. Bayi mungil yang masih lucu. Fitrah tanpa dosa. Tawa dan tangismu adalah penghibur bagiku. Suasana rumah begitu ramai dan bergairah. Dirimu adalah penyemangat bagiku untuk berkarya. Ku beri nama kau Alfan Fikri Rochman. Anak kedua yang kami miliki.


Awalnya kau tumbuh dengan baik dan normal. Makan dan minum banyak. Berat tubuh masih ideal. Perkembangan fisik dan psikis juga normal. Tapi setelah mendekati umur 10 bulan,ada kejadian yang aneh di kakimu. Ketika diganti popok atau celana kau sering menangis. Aku dan istri bingung ada gerangan. Setelah diperhatikan bentuk kaki kiri dan kanan bengkok.


Melihat keadaan tersebut,kami sepakat untuk periksa ke dokter anak. Mengunakan BPJS yang kami miliki kami mencari rujukan untuk ke rumah sakit. Setelah dapat rujukan kami menuju rumah sakit. Pertama periksa ke dokter spesialis anak. Ternyata dokter anak belum bisa mendeteksi apa sakitmu sayang. Kedua diminta untuk ke dokter spesialis syaraf. Dokter spesialis syaraf merekomendasikan untuk rongten kaki kiri dan kanan.


Hari selanjutnya setelah hasil  rongten ada. Kami konsultasi ke dokter spesialis syaraf. Ternyata ada retak di kaki. Selanjutnya kami diminta ke dokter spesialis tulang. Disana kita diberi diagnosa yang mungkin belum kami dengar. Penyakit yang aneh namanya OI (Osteogenesis inperfekta) atau bahasa mudahnya kerapuhan tulang genetis. Itupun setelah keluar diagnosa kita mendapat rujukan untuk ke rumah sakit pusat yang lebih besar.


Masih sama berbekal rujukan dan kartu BPJS kami ke rumah sakit pusat. Besar dan luas bangunan serta ramai pasiennya. Awalnya kami bingung mulai dari mana harus daftar dan antrinya. Berawal dari saptam kita diarahkan dan diberi penjelasan. Apa saja yang harus disiapkan dan dibawa. Datang antri harus pagi. Kadang habis shubuh sudah ada yang antri.


Periksa di dokter spesialis tulang di rumah sakit pusat cukup sulit. Disana hanya ketemu dokter residen. Dokter utama banyak di luar. Tapi tak masalah yang penting ditangani terlebih dahulu. Ternyata ketika periksa semua dimulai dari awal lagi. Rongten lagi kedua kaki. Menunggu sehari untuk keluar hasilnya.


Setelah keluar hasil. Dokter residen melihat dan konsul ke dokter utama. Setelah itu diambil keputusan untuk operasi pelurusan kaki. Aku lihat istriku menangis dan hanya diam. Aku bingung harus berbuat apa. Tapi sebagai laki-laki aku harus kuat. Apapun ku lakukan agar kau sembuh nak.

Ternyata tak mudah untuk dapat kamar. Tiap hari harus cek dan tanya ke petugas. Setelah 3 hari baru ada kamar. Setelah dapat kamar baru bisa operasi dan harus terapi selama 2 tahun.

Selasa, 13 Februari 2018

Ibuku Pahlawanku



Ibuku Pahlawanku
Oleh: Fatkhur Rochman

Ibu di tempatmu ada surga. Kau berjuang mendidik dan membesarkan anakmu dengan suka cita. Perjuangan yang tak mampu ku bayar dengan apapun di dunia ini. Kasih sayang dan pendidikan yang diberikan mampu membawa aku sampai jadi seperti ini. Pantaslah di bawah telapak kakimu ada surga bagiku.

Memang ibu tak pernah sekolah. Tapi kalau bicara tentang sekolah, ibu selalu terdepan dalam mengupayakan. Sekolah sebagai sarana untuk memperbaiki keadaan bagi aku dan saudara-saudaraku. Kata beliau orang tua tak mampu mewariskan harta,tapi hanya ilmu yang bisa diwariskan. Harta akan cepat habis dan hanya jadi rebutan. Kalau ilmu bisa tahan lama dan mampu menolong pemiliknya untuk bisa bertahan hidup di dunia dan akhirat. Sungguh dalam pesan yang kau berikan ibu.

Dulu aku ingat, ketika kami mogok tak mau sekolah. Kau sabar membersamai dan mengusahakan agar kami mau kembali sekolah. Mencarikan sekolah yang cocok dan baik untuk kami. Tanpa berpikir dari mana uangnya untuk bayar SPP. Tapi hebatnya kau tak punya hutang yang mengunung. Ketika ingat itu, aku malu kenapa aku bisa menyusahkan seperti itu. Maaf kan kami ibu, atas kenakalan aku dan saudara-saudara karena pernah mogok sekolah.

Ibu, kau cermat dalam mengatur anggaran. Biaya pendidikan aku dan saudara-saudaraku kau cukupi dengan baik. Semua nya sekolah dengan baik. Padahal kalau dilihat penghasilan tidak tentu. Prioritas utama adalah kebutuhan untuk sekolah.

Alhamdulillah aku dan adikku sudah jadi sarjana. Perjuangan menjadi sarjana memang tak mudah. Aku sempat tertunda cukup lama. Memang sengaja aku tunda. Waktu itu biaya kuliah aku tanggung sendiri. Minta uang hanya dari semester 1 sampai semester 3, lainya aku cari uang sendiri. Aku belajar mandiri dari ibuku. Aku paham karena ibu masih menanggung 3 adik yang harus sekolah.

Aku kerja serabutan dan cuti kuliah 1 tahun. Ini aku lakukan agar bisa selesai sarjana. Kadang kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Semua dilakukan untuk memenuhi keinginanmu ibu. Kadang kau disindir orang kenapa anakmu tak lulus-lulus. Malah pernah dibilang kalau aku tidak kuliah hanya main saja. Ibu kau tetap sabar menghadapi semua. Akhirnya aku buktikan kalau aku bisa lulus dan bisa memberi gelar sarjana untuk mu ibu.

Saat ini belum bisa aku balas semua perjuanganmu ibu. Aku hanya bisa berdoa dalam tiap sholatku, agar kau diampuni Allah. Kadang aku belum bisa pulang ke rumah untuk menegokmu. Usia mu semakin menuadan rambut memutih. Tapi semangatmu masih membara untuk menghidupi keluarga.

Perjuanganmu abadi ibu. Gelar pahlawan memang pantas untukmu. Ibuku pahlawan ku.   

Jumat, 15 Desember 2017

MERAH ZAMAN NOW

Oleh : Ummu alifan.

Waktu  kecil aku suka sekali warna merah. Jika dapet beberapa permen atau ager - ager bermacam warna. Maka aku akan selalu memilih warna merah.

Zaman itu merah ya merah aja. Tidak ada merah cabe, merah hati, merah marun.pokoknya merah.

Masuk usia SD warna kesukaanku berganti menjadi hijau, ungu, dan pink. Setiap ada pekerjaan mewarnai atau menggambar, tiga warna itulah yang paling menonjol dari karyaku.
Aku punya teman yang menyukai warna kuning dan biru. Dulu aku heran, apa sih bagusnya dua warna itu. 🤔🤔.
Dia Sama sepertiku. Karya menggambar atau mewarnainya  penuh dengan dua warna itu, kuning dan biru.

Saat  SMA aku baru sadar bahwa biru itu cantik. Warna kesukaanku mulai berganti menjadi biru. Apapun benda yg berwarna biru,,aku suka. Ketertarikan ini masih terus berlangsung sampai aku kuliah. Baju biru, sprei biru. Pokoknya maniak biru.
Baru menjelang lulus kuliah aku seperti kembali ke masa kecilku. Warna yang paling menarik hatiku adalah merah. Merah hati dan merah maroon.

Singkat cerita aku menikah. Ternyata suamiku juga suka warna merah dan pink.jadilah setiap mau beli baju, maka baju yg dia pilihkan untukku berunsur merah atau pink.

Kesukaan warnaku ternyata menurun ke anak keduaku.
Ia suka sekali warna merah. Sepulang sekolah,,anakku merasa  sangat bangga ketika di sekolah berhasil meletakkan tasnya di loker warna merah, makan dengan piring warna merah.😃😀

Jadi tidak salah jika mungkin keluargaku disebut keluarga merah.

Merah apa ya??.🤔

Ah merah maroon sajalah. Biar kekinian.
Merah zaman now😂😂

Apakah anda yang membaca juga suka merah???🍎🍎😊😊.

Yogya, 1 Des 2017

Kamis, 14 Desember 2017

Resume Seminar Parenting Mengenal Fitrah Based Education oleh Ust.Harry Santosa


Nurul Huda Islamic Center UNS, 9 Desember 2017.

Oleh: Nunik Nurhayati, Solo

Jangan pernah banding2 kan anak. Karena setiap mereka punya keistimewaan masing2. Umar bin khatab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang. Karena basic nya Umar tempramental..maka yg menjadi panglima perang adalah Khalid bin Walid yg tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.
 
Anak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa. Banyak penulis yang berhasil memfilmkan novelnya karena menyentuh hati audience nya.
 
Anak yang cerewet bisa jadi kedepannya ia adalah public relation, dosen, ulama, MC ,dll.
 
Anak yang keras kepala bisa jadi kedepannya ia adalah pemimpin besar.
 
Kenakalan adalah jeritan hati yg belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.
 
Ibaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.
 
Anak yang suka suudzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.
 
Motivasi dari luar atau training sekarang SDH tidak laku. Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.
 
Apapun yg Allah berikan pada anak kita harus ridho. Karena keridhoan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya..
 
Menyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah. Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan.. karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya . 

Membesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi peran peradaban.
 
Anak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka.. Tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga. Buat anak terpesona dengan Rabb nya. Setiap adzan bisa dipeluk anaknya dan ucapkan kata2 hikmah.. Perintah sholat adalah 7 tahun. Jadi jangan paksa anak tertib sholat sebelum 7tahun.
 
Anak dibawah 7tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris. Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi. Bukan membiarkan  akhlaq yang tidak baik. Tapi biarkan fitrah nya, Jangan dipaksa berbagi. Utamakan anak kita jika berebutan mainan.
 
Anak2 yg puas egonya dibawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya. Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yang gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.
 
Buat anak cinta Qur'an jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an . Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku. Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidup nya.
 
Dalam pendidikan agama bukan sekedar sebanyak apa anak paham agama. Tapi sejauh mana mereka semangat belajar agama.
 
Tugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak gairah mereka mencari ilmu dan memecahkan permasalahan yang ada di alam semesta.
 
Kenangan indah dengan org tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak2 di masa depannya. Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman. Jika kita tidak sibuk mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.
 
Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah. Tapi orang tua harus hands on. Sekolah hanya memberi pengetahuan. Akhlaq adalah tugas orang tua.
 
Tiada kebetulan dimuka bumi. Kita dilahirkan dimuka bumi bukan karena kebetulan. Kita ditemukan pasangan kita bukan karena kebetulan. Setiap penciptaan pasti ada maksudnya. Manusia diciptakan untuk beribadah dan sebagai khilafah. Setiap maksud ada tugas nya. Seorang yg tidak tahu maksud ia diciptakan, ia tidak akan tahu apa tugas yg harus ia lakukan.
 
Temukan lah peran terbaik untuk melaksanakan tugas penciptaan. Modal utamanya adalah fitrah.
 
Semua fitrah manusia harus dioptimalkan secara seimbang.