Selasa, 18 Desember 2018

Bangun 2 Karakter



Manusia hidup harus punya karakter. Inilah modal untuk bisa optimal dalam segala hal. Setiap manusia unik dan pasti berbeda. Tapi ada hal-hal yang bisa disamakan dalam ukuran. Misal perihal kebaikan, Kebermanfaatan dan kontribusi.

Hidup di dunia harus memberi dampak baik bagi setiap orang. Hadir di dunia harus punya makna. Setiap manusia adalah khalifah atau pemakmur bumi. Hamparan luasnya permukaan memberi harapan bahwa manusia adalah pemegang kuasa atas segala isinya. Atau bahasanya manusia mendapat amanah untuk mengelola bumi agar lestari dan bermanfaat untuk semua. Bukan malah menjadi perusak dan penumpah darah, inilah yang dikhawatirkan malaikat tentang manusia.

Amanah inilah yang mendasari bahwa pemakmur bumi harus punya karakter. Menumbuhkan karakter adalah bagian dari pendidikan. Makanya sekarang ada istilah pendidikan karakter. Inilah upaya membangun karakter manusia. Agar tumbuh menjadi pohon yang kuat, yang akarnya kokoh di bawah serta daun dan dahannya menjulang ke atas. 

Ada 2 hal yang bisa kita lakukan atau titik yang perlu dilakukan.

1. Bangun karakter moral

Karakter moral itu bangian awal yang harus dikokohkan. Manusia sejatinya makhluk yang sesuai fitrah. Selalu condong dengan kebaikan, hidup yang paham dengan aturan. Ketaqwaan, murah hati, jujur dan bisa dipercaya inilah bagian dari karakter moral. Sentuhan pendidikan harus bisa menyasar karakter moral secara mendasar dan menyeluruh. Kebaikan akan lebih bermakna apabila pelakunya memiliki karakter moral yang kuat. Bangun sedini mungkin dan pertahankan sampai akhir hayat.

2. Bangun karakter kinerja

Karakter kinreja adalah pondasi kedua yang harus dioptimalkan. Inilah bentuk pembuktian dari kuatnya karakter moral. Kerja keras, tuntas dan etos kerja adalah bagian dari karakter kinerja. Karakter ini akan membawa pelakunya memiliki kompentesi yang mumpuni. Kepuasan dalam bekerja akan hadir ketika karakter kinreja hadir. Semua orang akan senang melihatnya. Semua yang dikerjakan berjalan dengan baik dan benar. 

Dua karakter ini harus bersatu padu menjadi ramuan yang mujarab. Tidak boleh terpisah agar manusia bisa menjadi manusia seutuhnya. Moral dan kinerja adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. 

Mari bangun karakter tersebut agar sumber daya manusia Indonesia semakin baik dan berjaya.

Gambar diambil dari pixibay.com

18 Desember 2018
Bantul

Jumat, 14 Desember 2018

5 Kunci sukses


Oleh Fatkhur Rochman

Sukses selalu dicari oleh siapa pun. Kata ini selalu menjadi magnet setiap orang, membius secara psikologis agar tercapai tujuan itu. Secara bahasa sukses adalah suatu keadaan dimana seseorang telah mencapai sesuatu yang direncanakan dan merupakan tujuan akhir.

Kadang sukses tak selalu dengan hal yang mewah. Setiap yang dicapai selalu akan mendapat nilai. Orang yang sukses selalu memiliki nilai lebih. Sukses harus selalu membawa keberkahan. Menjadi lebih dekat kepada Allah dan juga memberi manfaat kepada sekitanya. 

Ada 5 Kunci sukses yang bisa diramu menjadi sebuah langkah.

1. Knowledge (Pengetahuan)

Inilah modal dasar yang harus dimiliki, pengetahuan yang mumpuni akan membawa orang mudah dalam melangkah. Paham akan jalur yang ditempuh agar sukses sampai tujuan. Semakin paham tentang bidang yang digeluti akan membuat orang lebih ahli. Hal ini membuat langkah terpola dengan baik. Sehingga sukses mudah didapat.

2. Skill (Keahlian)

keahlian akan membuat orang jadi referensi atau rujukan. Setiap keahlian adalah hal spesifik yang membuat orang berbeda dengan orang lain. Keahlian menjadi pendorong sesorang untuk lebih sukses. Setiap langkahnya memberi ketenangan bagi orang lain. Kepercayaan semakin tinggi karena hal yang dilakukan adalah memang keahliannya. 

3. Experience (Pengalaman)

Experience is the best teacher, Pengalaman adalah guru terbaik. Semakin diasah keahlian dalam proses panjang merupakan sebuah pengalaman yang berharga. Jam terbang yang banyak mebuat orang semakin percaya diri, sukses akan mudah diraih dalam jangka waktu yang banyak. Setiap orang butuh waktu untuk membangun pengalaman. Jangan biarkan keahlian hilang karena hilang jam terbang. Mari bangun pengalaman dengan belajar dan bekerja lebih banyak.

4. Comunication (Komunikasi)

Komunikasi adalah kunci membangun kesuksesan. Menyalurkan pemikiran terhadap tim yang kita bangun. Transfer visi dan misi harus maksimal agar tim satu frekuensi. Komunikasi juga akan membangun jaringan yang baik. Memberi kemudahan kepada siapapun ketika kita memberi pemahanan akan tujuan kita. Mari bangun komunikasi agar lebih baik menghadapi semua orang.

5. Network (Jaringan)

Inilah kunci terakhir yang harus kita bangun. Network harus vertikal maupun horisontal. Jalur ke atas mari bangun jaringan kepada pemilik hidup yaitu Allah SWT. Taati semua perintahnya dan jauhi larangan yang menjadi aturan Allah. Hidup ini harus mempunyai aturan yang sesuai aturan Allah. Berati kita harus bisa menjadi hamba yang tersambung dengan Allah, jaringan harus kuat karena Allah pemilik segala hal. Selanjutnya kita bangun jaringan antar manusia, ini bagian jaringan secara manusiawi. Bangun silaturahim dengan baik, agar hidup lebih bermakna. Kadang bagi kita susah, ternyata bagi orang lain mudah. Itulah cara membangun sukses lewat jaringan.

Mari kira ramu 5 hal ini, kuatkan tekad agar semua bermanfaat bagi kita. Salam sukses.

14 Desember 2018
Bantul Projotaman Sari
Jln. Parangtritis Km 10

Gambar dari pixabay.com

Kamis, 13 Desember 2018

Industri Pendidikan


Oleh: Fatkhur Rochman

Pendidikan kini hadir sebagai industri. Makin banyak institusi pendidikan yang mulai melihat peluang ini. Banyak yang hadir dan juga banyak yang tutup karena tak tahan dengan kondisi ini. Sekolah sekarang berubah, dari skala kurikulum dan biaya. Ada banyak predikat dari sekolah internasional atau sekolah mahal dan juga sekolah alternatif.

Runtut ke belakang, kita melihat adanya perubahan kondisi. Orang saat ini butuh kemudahan dan kecepatan. Akhirnya membuat tujuan pendidikan sedikit bergeser, bukan mencerdaskan tapi lebih mengikuti arus industri. Padahal arus ini cukup berbahaya, karena industri selalu berubah dengan segala teknologinya.

Hubungan guru dan murid sekarang mulai pudar. Berubah menjadi hubungan pelanggan dan penyedia jasa. Hal ini mengakibatkan adanya ketimpangan dalam proses pendidikan. Semakin hari akan membuat banyak kerugian ketika tak diperbaiki. Ada emapat hal yang terajdi ketika keadaan ini berlanjut.

1. Hilangnya marwah guru

Fenomena banyaknya murid yang mulai tak sopan pada guru beredar di berbagai media. Baik secara candaan sampai dengan kekerasan. Padahal guru adalah orang yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Keteladan dan keberkahan ilmu dimulai dari memuliakan guru. Era egeliter membuat orang sering kebablasan dalam berekpresi. Inilah hal yang harus diperbaiki. Guru harus kembali memberi teladan. Murid harus kembali pada jalurnya.

2. Hilangnya esensi mencari ilmu

Ilmu sejatinya adalah penerang, memberi petunjuk kepada pemiliknya untuk menjalani kehidupan. Bukan hanya menjadi jalan pintas untuk mencari kekayaan di dunia saja, tapi memberi bekal di akhirat. Ilmu memberikan kemulian bagi pencari dan pengamalnya. Sehingga makin beradab dan berakhlak. Semakin tinggi maka semakin baik. Ilmu akan memberi manfaat lebih dan menjadi penolong. 

3. Siswa belajar hanya untuk industri

Inilah yang terjadi sekarang, orang sekolah hanya untuk jadi pekerja. Tanpa mau menjadi orang-orang kreatif dan solutif. Jurusan yang berhubungan dengan industri banyak peminatnya. Cita-cita pun lebih skala pekerja saja. Tanpa ada sebuah semangat untuk lebih baik dan bernilai di mata dunia. Pikiran siswa dibuat tak berkembang bagai robot. Kaku dan susah untuk bergerak. Penyeragaman dan percepatan yang selalu hadir.

4. Hilangnya esensi pendidikan

Pendidikan sejatinya bertumbuh, berkembang dan bermanfaat. Memberi runag yang terbaik untuk menjadi manusia seutuhnya. Paham betul akan esensi hadir di dunia, tapi sekarang hanya jadi pengikut yang tak paham apa-apa. Hilang tumbuhnya, hilang kreatifnya, hilang etosnya. Semua bagai benda mati yang tak bernilai, bagai buih lautan yang tak bernilai.

Realita ini mungkin akan terus terjadi, apabila kita tak sadar. Kita harus berubah, bangun kembali pendidikan sesuai jalurnya, Kembali ke khittah. Ayo belajar dan lebih baik.

Salam dari pojok Jogja
Kamis, 13 Desember 2018

Gambar diambil dari pixabay.com

Rabu, 12 Desember 2018

Lomba

pixabay

Oleh: Etik (Umi Alif Alfan)
 
Seperti biasa siang ini aku menjemput adek. Kulihat wajahnya manyun.
Alfan : " Aku g ikut lomba lagi" katanya.
Ummi : " la kenapa?".
Alfan : "Aku g dipanggil".
Ummi : " Ya udah g pa?".


Setelah mengambil tas dari kelas. Kebetulan aku bertemu ustadzahnya. Lalu kutanyakan perihal lomba.menurut info dari beliau. Ustadzah sudah woro- woro siapa yg mau ikut lomba??. Lalu anak2 maju dan disebutlah nama anak2 itu. Tapi menurut pemahaman Alfan. Yg lomba adalah anak2 yg dipilih ustadzah dan dipanggil namanya.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š..

Sambil berjalan pulang Alfan masih manyun.
Alfan : " Besok aku g mau sekolah,,g enak".
Alif : " G pa2 dek..g ikut lomba,,aku g dapat piala juga g pa2 kok. Nanti tak kasih jajan..udah jangan nangis".

Ummi : " Iya..ikut lomba g harus dapet piala,,yg penting olah raga. Sehat".

Sesampainya di rumah...
Alif membuka tas dan mengambil jajannya. Lalu memberikan susu kotak yg hanya 1 untuk adeknya.  Dan aku tahu bahwa sebenarnya iapun menginginkannya. Karena itu kesukaannya. Tapi ia merelakan utk adeknya tanpa kuminta๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ..


Selasa, 11 Desember 2018

Sikap Ketika Sakit

Gambar dari pixabay


Oleh: Fatkhur Rochman

Semua orang pasti mengalami sakit, baik ringan atau berat. Kondisi ini membuat lemah dan susah untuk beraktivitas. Butuh rehat dan obat untuk cepat sembuh. Orang sekitar kita pasti peduli dan merawat dengan maksimal agar cepat sembuh.

Sikap ketika sakit mempengaruhi nilai dan keadaan bagi penderita sakit. Pikiran berpengaruh besar terhadap proses penyembuhan. Semangat penderita akan memberi energi tersendiri dalam penyembuhan. Semakin positif  akan membuat penderita mudah dalam penyembuhan.

Ada empat sikap atau perbuatan ketika sakit agar mudah menjalaninya

1.  Mari kita bertaubat dari segala kesalahan

Setiap orang pasti punya kesalahan, maka taubat adalah obatnya. Istighfar adalah bagian dari taubat, perbaikai diri. Insyaf dari segala kesalahan dan jangan ulangi kesalahan. Baik kecil atau besar setiap kesalahan perlu diperbaiki, jangan gengsi untuk bertaubat. Menjadi taubaters adalah perilaku orang-orang sholih. 

2. Ikhlas menerima sakit

Ikhlas adalah cara untuk meringkan beban, lapang dada atas semua yang telah terjadi. Hidup adalah rangkaian peristiwa baik susah atau senang, sehat atau sakit. Semua sudah ada ukuran dan porsinya, sakit pasti ada obatnya. Penyakit hadir kepada siapa pun Allah sudah paham bahwa penderitanya akan kuat menjalani sakit tersebut.

3. Berobat dengan maksimal

Usaha berobat dengan maksimal adalah bagian ibadah juga. Semangat hidup yang baik merupakan etos kerja seorang muslim. Jangan patah semangat dalam berobat, inilah jalan untuk meraih ridho Allah. Prinsip berobat adalah bagian menuju cinta Allah, jangan sampai berbuat yang dilarang. Unsur syirik jangan sampai hadir dalam usaha berobat. Semua kesembuhan hadir karena Allah.

4. Semua atas izin Allah

Hadirkan Allah dalam setiap kegiatan kita, sembuh ini bagian dari izin Allah. Setiap yang kita dapat ini juga karena Allah, harus selalu kita fokuskan semua untuk Allah. Hati yang tersambung dengan sang pencipta akan mudah jalannya. 

Inilah empat sikap yang bisa hadirkan ketika sakit. Mari bersama berproses untuk lebih baik.