Kamis, 16 Agustus 2018

Uniknya Anak-anak


Oleh: Umi Alif Alfan

Menu tadi siang adalah nasi goreng plus nuget.
Ingatanku langsung melayang pada 2 bocilku.
Kakak yg belum mau pedes. Pedes g ya nasi goreng ya??
Adek yg g mau nasi goreng. Ada nasi putih g ya?πŸ€”.

Menuku berbeda dengan anak2.
Nasi putih, urap plus ikan.
Selesai ngajar dan piket kuambil piring dan mengisinya dengan menu yg ada.
Entah kenapa rasanya ingin maem di kelas 1. Mengingat tadi guru yg satu belum hadir karena anaknya sakit.
Sementara tadi ada anak yg ngompol di kelas.
Kuiintip kelasnya..
Oh betul g ada gurunya. Kemungkinan gurunya sedang menangani anak yg ngompol tadi.

Aku duduk dan menikmati makanku.
Kuedarkan pandangan ke anak2. Mengecek apakah semua sedang makan.

Ternyata ada satu anak yg ngobrol dengan temannya.
Lalu kupanggil namanya. " Mbak ..g makan?". Tanyaku.
Ia hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Sini mbak..". Panggilku agar ia mendekat.

" Kenapa g makan?? ..g mau nasi goreng??" Tebakku. Dan thing...thing.
Ia mengangguk.😊
" Klo nugetnya mau?" Ia mengangguk lagi.

" Yuk ustadzah ambilkan nasi putih di kantor ustadzah.". Ia pun mengekor di belakang sambil membawa piring sendok dan nuget.

Dalam hati aku membatin..ya Allah semoga anakku sekarang juga mendapatkan nasi putih dan mau makan.😬😬.

***
Sepulang sekolah..kulihat anakku berlari menghampiriku. Dia bertanya " mi..ini jam berapa?, Aku mau dijemputnya jam setengah 4.".

" Ya udah adek ke sekolah lagi. Nanti pulang jam setengah 4." Jawabku. Aku malah lupa tidak bertanya apakah tadi ia makan atau g.

*"*
Setelah lama bermain adek bilang " mii..aq mau makan". Lalu kutanya " adek tadi makan g?.
Agak ragu ia menggeleng..
Ya Allah anakku..πŸ˜”πŸ˜”


Saat kutanya kenapa tidak makan. Padahal sudah diambilkan nasi putih ustadzahnya.
Dengan polos ia menjawab.
" Soalnya sudah diberesin,,nanti aku g cepet gimana? Kan aq mau banyak nasi putihnya".🀦‍♀

Oh..anakku..alangkah uniknya dirimu.

Rabu, 15 Agustus 2018

Uniknya Hidup


Oleh: Fatkhur Rochman

Alhamdulillah hari ini ada yang pesan buku lagi. Kadang  jualan itu unik. butuh kesabaran dan ketekunan.

 Hidup ini memang unik, kadang kita merasa sangat butuh sesuatu. Tapi Allah belum memberi. Ternyata itulah yg terbaik untuk kita.

Allah tahu apa yang kita butuhkan. Apapun yg diberi harus kita syukuri. Itulah bukti taqwa kita.

Allah senang ketika hambanya selalu sabar dan tekun. Tak mudah menyerah apalagi putus asa saat bertemu realita.

Semoga ini bagian dari ikhtiar mandiri ekonomi. Hutang  lunas sedekah membekas.

Semangat pagi, semangat berbagi.

Selasa, 14 Agustus 2018

Rumah dinas


Oleh: Umi Alif Alfan
**
Di suatu siang. Ada wa masuk " mbak.. njenengan kemarin ngawas ujian kelas 6 kan?? Tolong bikin  rekening bank Jogja ya".
" Eh aku ngawasnya USEK lho ust,,bukan UN." Balasku.

" Iya..semua ujian kelas 6 harus dilaporkan ke dinas & harus punya rekening bank Yogya."
Kurang lebih begitu balasan yg kuterima.
*
Satu hari setelahnya kulaksanakan instruksi utk membuat rekening di bank Yogya.
Seperti biasa ada beberapa data yg harus diisi. Salah satu dari data itu adalah ' alamat di Jogja, jenis tempat tinggal.

Rumah sendiri
Rumah orang tua
Kontrakan
Rumah dinas

Aku berfikirπŸ€” pilih yg mana ya?? Ah sudahlah kupilih 'rumah dinas saja' toh aku menempati rumah itu karena menjalankan tugas..😊.


**
Sore ini saat membeli batagor depan masjid. Seperti biasa sang penjual membuka obrolan.

"Di sini ngontrak apa gimana mbak?? ".
Tanyanya. Mungkin bliau penasaran karena hampir tiap hari melihatku atau  bocil bocil jajan.

" G sich pak" 😬
aku bingung juga mau jawab apa.
Eh bliau malah bertanya lagi.
" Oh rumah dinas"??
Em...em..ya ya ..ku iyakan saja πŸ€­πŸ˜ƒ..

Rumah dinas oh rumah dinas😊😊

Sabtu, 28 April 2018

Masih Banyak Alasan Untuk Berkarya? Belajarlah dari Dua Tokoh Besar Ini


Penulis : Fatkhur Rochman
Editor : Sabila J. Firda  


Menulis itu gampang-gampang susah, kadang perlu membuat alur yang mengalir agar tulisan enak dibaca. Setelah membaca banyak karya dan mengamati tiap tulisan. Tiap penulis punya ciri dan gaya yang berbeda dalam menulis.

Penulis yang baik akan memiliki motivasi yang baik, tiap amal tergantung niatnya. Hadis Arba’in Imam An Nawawi hadis pertama yang dikupas adalah bab niat. Dikisahkan dalam hadis tersebut tentang kisah seseorang yang berniat hijrah karena wanita. Memang amal yang diniatkan karena dunia akan dapat dunia. Tapi akhirat tidak dapat. Maka di penggalan terakhir hadis ada kalimat yang sangat menyentuh. Perbandingan antara hijrah karena dunia dan hijrah karena Allah dan rasul-Nya. Secara garis besar, niat akan selalu mempengaruhi hasil karya dan kemampuan bertahan dalam menulis.

Ada contoh penulis yang melegenda dengan karya yang melebihi umurnya, antara lain:

Sayyid Qutb
Paparan mengenai kisah penulis yang melegenda salah satunya adalah Sayyid Quthb. Beliau penulis yang fenomenal dan monumental. Salah satunya tafsir Fi Zhilalil Qur’an, karya itu hadir dua juz pertama di luar penjara dan 28 juz di penjara. Sungguh tidak terbayangkan bagaimana sulitnya melahirkan karya tersebut. Kita tahu bagaiamana rezim Mesir yang cukup sadis memperlakukan tahanan pada masa itu. Jadi prosesnya fenomenal dan monumental. Ditambah lagi proses penerbitanya cukup memberi banyak keuntungan bagi penerbitnya.

Buya Hamka
Cerita lain lagi hadir dari tanah air, ulama karismatik yang jago nulis, Buya Hamka. Sosok pembelajar sejati, orang tanpa ijazah yang mampu mengguncang dunia. Melahirkan karya fenomenal dan monumental tafsir Al Azhar. Karya ini juga sama hadir dari dalam penjara. Kata beliau mungkin kalau tak dipenjara tafsir ini tak akan hadir. Beliau dipenjara karena kriminalisasi. Tuduhan makar yang tak terbukti. Dari karya tersebut Buya Hamka dan keluarga bisa naik haji.

Kedua cerita di atas, memberi kesimpulan setiap kesulitan pasti ada berkahnya. Dua penulis tersebut mampu melahirkan karya yang dahsyat dari keadaan yang mungkin tak terpikirkan untuk melahirkan karya. Penjara bagi kedua penulis adalah wahana yang baik untuk berkarya.

Belajar dari realitas di atas, beliau berdua adalah orang yang gigih. Melihat semua cobaan adalah ladang amal. Tak berhenti berkarya apapun keadaannya. Orang-orang saleh yang memegang akhiratnya, sehingga dunia mengikutinya. Mereka ikhlas akan takdir yang sudah digariskan. Mereka jujur dengan keadaan. Terus memberi dan menginspirasi. Akhirnya lahir karya abadi.    

Terbit Bernas.id 26 Februari 2018

Jumat, 27 April 2018

Rahasia: Jenis Investasi yang Menjanjikan Ini Patut Menjadi Pertimbangan Anda!


Penulis : Fatkhur Rochman
Editor : Sabila J. Firda  


Investasi menurut Haming dan Basalamah adalah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) maupun aktiva keuangan, dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa mendatang.  Selanjutnya dikatakan juga investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan  dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.

Zaman now harus pintar dalam memilih investasi agar tak menyesal di kemudian hari. Ada empat hal yang bisa jadi alternatif dalam berinvestasi:

Tanah
Kita tahu jumlah tanah tidak banyak bertambah, bahkan relatif berkurang setiap waktu. Dalam hukum ekonomi ketika permintaan bertambah, tetapi jumlah barang sedikit, maka akan ada kenaikan harga. Mari kita perhatikan harga tanah semakin hari semakin mahal. Sebab populasi manusia juga bertambah padahal jumlah tanah relatif berkurang. Melihat kondisi ini investasi tanah sangat menguntungkan.

Emas
Produk ini termasuk barang yang mampu bertahan baik dalam harga. Secara harga stabil naik dan juga bisa menjadi standar ekonomi. Awalnya emas adalah alat tukar dan jadi cadangan devisa negara. Namun sekarang emas lebih dipakai sebagai perhiasan dan simbol kekayaan. Tapi emas yang baik dipakai investasi adalah emas batangan. Sekarang telah banyak penawaran emas batangan dengan nominal yang lebih murah. Dengan menabung emas maka bisa dipakai untuk masa depan.

Buku dan Ilmu
Kita tahu negara yang melek literasi dan ilmu akan maju dalam segala aspek. Buku dan ilmu adalah bagian investasi besar dalam membentuk masyarakat yang beradab. Negara yang menghasilkan buku dan ilmu yang banyak akan dipandang sebagai negara maju. Teknologi sekarang adalah bentuk investasi ilmu yang bermanfaat untuk manusia. Buku adalah bagian pewarisan peradaban agar ada kelanjutan bagi generasi setelahnya. Maka pribadi yang baik akan selalu investasi buku dan ilmu untuk bekal masa depan.

Itulah empat hal yang dapat kita investasikan. Selamat berinvestasi!

Terbit Bernas.id 24 Februari 2018