Sabtu, 25 Agustus 2018

Doa dan Kayuhan Sepeda

Oleh: Fatkhur R

Dulu awal belajar sepada, pasti butuh perjuangan dan keberanian. Siap jatuh dan luka, kadang ada trauma saat jatuh. Tapi semua dilakukan agar tujuan bisa naik sepeda tercapai. Latihan demi latihan terus dilakukan. Tak kenal henti asal bisa naik sepeda. Itu baru hal sederhana, bagaimana kita meraih hal lain kalau tak semangat meraih itu.

Berdoa itu ibadah, jangan pernah bosan. Ada yang mengatakan doa itu ibarat Kayuhan sepeda, pelan tapi pasti akan sampai tujuan. Sekuat tenaga kita berdoa, jangan pikirkan berapa kali dan berapa lama. Tapi nikmati ini sebagai ibadah. Setiap doa adalah senjata bagi seorang muslim.

Doa adalah senjata terbaik muslim dalam mengarungi kehidupan. Takdir bisa dirubah dengan doa, tapi semua tergantung Allah SWT.

Doa mungkin tak semua terkabul, bisa ditangguhkan bisa diganti yang lebih baik. Semangat atas semua takdir yang sudah terjadi, hanya bersyukur yang harus kita lakukan.

Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, semua doa juga ada pahalanya. Jadi ibadah yang bisa kita lakukan adalah berdoa yang baik dan terus menerus. Kadang kita hanya bisa bantu saudara dengan doa, kadang kita juga dibantu atas doa saudara kita.

Berikan yang terbaik walau hanya doa, inilah bentuk sayang kita kepada sesama. Mari kita berdoa ibarat Kayuhan sepeda.

Jumat, 24 Agustus 2018

Come back Indonesia

Oleh: Fatkhur R


Pertandingan melawan Hongkong sungguh mencengangkan, dimana Indonesia harus kebobolan di awal waktu. Kaget dan lumayan kecewa kenapa harus kebobolan duluan.

Semangat yang Spartan dilakukan. Timnas Indonesia U-23 berjuang sekuat tenaga, banyak peluang tapi belum bisa menjadi gol. Sempat frustasi dengan keadaan tersebut. Serangan demi serangan dilancarkan, tanpa kenal lelah. Akhirnya Indonesia bisa menyamakan kedudukan. Moral mulai terangkat, sehingga permainan semakin menarik dan koordinasi antar lini semakin baik.

Inilah yang dinanti, permainan yang menarik dan bisa menang. Semangat come back yang dilakukan merupakan sebuah modal penting dalam bertanding. Serangan yang selalu dimulai dari sayap dan berkahir baik oleh para penyerang.

Melihat kondisi yang tersusun rapi, serangan demi serangan akhir nya membuahkan hasil yang optimal. Dua gol bersarang di gawang Hongkong. Sebuah pencapaian yang maksimal.

Pergantian pemain yang jeli juga menjadi modal dalam permainan.  Salah satunya adalah masuknya Hanif yang bisa mencetak gol menjelang akhir pertandingan.

Lilipaly memang menjadi pemain yang memberi warna berbeda. Selain mencetak gol, dia juga menyumbangkan assist.

Inilah yang disebut semangat Garuda, tak kenal lelah. Berjuang maksimal dan dapat kemenangan. Semangat Garuda. Beri gelar juara di rumah sendiri.

Kamis, 23 Agustus 2018

Berjuang Sampai Akhir

Oleh: Fatkhur R

Kalau menang berprestasi
Kalau kalah jangan frustasi
Kalah menang solidaritas
Kita Galang sportifitas

Itulah beberapa bait lagu meraih bintang theme song Asian games 2018. Membangun semangat yang baik, agar mentalitas bangsa ini semakin baik.

Krisis multidimensi yang masih melanda, cukup memberi perhatian khusus bagi kita. Agar bangkit dari keterpurukannya. Bangun kembali nilai yang memang jadi jatidiri. Jangan mau terkontaminasi oleh keadaan yang semakin ruwet.

Kita lihat bagaimana para atlit berjuang mengharumkan nama bangsa. Latihan demi latihan dijalani, semua demi membangun semangat sportifitas. Menang kalah akan selalu ada dalam pertandingan dan perlombaan. Tapi yang paling utama adalah semangat dan mental pejuang sejati.

Kemarin kita lihat Antony Ginting atlit bulutangkis, dia berjuang sekuat tenaga dalam pertandingan. Walau cidera kaki, dia berjuang sekuat tenaga. Sampai akhirnya dia harus mengakhiri pertandingan dengan kaki yang tidak bisa berdiri. Sang lawan pun tetap memberi respek, dia tidak merayakan kemenangan.

Ada cerita yang lain yang perlu kita lihat, banyak atlit yang berjuang sampai akhir walau fasilitas kurang memadai. Mereka cinta dengan proses dan jalan yang mereka lalui.

Kita sebagai bangsa yang besar, harus bangkit berjuang sampai akhir. Bangun solidaritas, sportifitas dan jangan frustasi.

Mari kita doakan para atlit yang berjuang, para korban gempa di Lombok dan semua lapisan masyarakat yang ingin Indonesia lebih baik. Berjuang sampai akhir.

Rabu, 22 Agustus 2018

Kerja Setelah Sakit


Oleh: Fatkhur Rochman

Sabtu sudah mulai flu dan migrain. Badan terasa dingin dan lemas. Pegal di semua sendi, hidung mulai mampet. Inilah rasa yang dialami ketika flu melanda.

Malam tak bisa tidur, tapi badan lemas dan pegal. Inilah yang membuat aku berpikir kita memang lemah. Mau sombong mikir dulu, karena kekuatan kita diperoleh dari Ridha Allah.

Butuh rehat empat hari serta minum obat agar sakit reda. Tapi ini semua adalah karunia dari Allah, sehingga membuat sehat sedia kala.

Sehat memang mahal, jangan biarkan tubuh ini ringkih karena keadaan. Setiap yang kita miliki sejatinya hanya titipan, buka milik pribadi. Jadi kalau diambil pasrah saja, syukuri karena kita telah menikmati tempo hari.

Hari ini sudah mulai masuk kerja, semua rekan senang karena aku sudah datang. Banyak tugas harus aku selesaikan. Tapi senang inilah bagian dari ukhuwah, siapa yang sakit akan didoakan. Allah memang mencintai kita dengan segalanya.

Kerja adalah bagian dari ibadah, jadi niatkan semua untuk Allah. Agar langkah makin ringan dan jalan makin lancar.

Inilah bagian terpenting dari kita bekerja, nyaman dan aman. Baik secara batin dan fisik.

Allah tahu kebutuhan kita, tapi kadang kita lebih senang dengan kepentingan bukan kebutuhan.

Sakit adalah sarana untuk mawas diri. Jadi nikmati semua yang ada agar selalu bahagia.

Selasa, 21 Agustus 2018

Panik di Pagi Hari


https://pixabay.com

Oleh: Fatkhur Rochman

Sering kali kepanikan terjadi di pagi hari. Kadang anak-anak susah bangun nya. Mereka banyak alasan misal mengantuk atau pusing. Kejadian seperti ini selalu berulang.

Orang tua akan sedikit mengalami stres dan panik. Meriam emosi sudah mulai memuncak. Kadang cara kasar dipakai agar anak-anak bangun.

Sejatinya ketika kita tahu ritme atau pola seperti ini, kita harus punya banyak cara agar anak-anak mudah bangun pagi.

Permasalahan lain juga hadir, ketika waktu makan. Kadang menu yang dihidangkan tak cocok dengan anak-anak. Terus mereka tak makan, kadang juga bikin emosi bagi para ibu yang sudah susah payah menyiapkan  menu tersebut. Tak perlu marah atau emosi cari menu lain yang mudah asal anak-anak mau makan.

Sebaiknya orang tua kompak, ayah dan ibu sudah siap sebelum anak-anak. Usahakan orang tua bangun sebelum subuh. Ketika shubuh bangunkan juga anak-anak untuk sholat dan siap-siap. Inilah awal belajar disiplin.

Malamnya juga barang-barang disiapkan, apapun itu. Dari buku, kaos kaki, baju atau lainnya. Anak-anak diminta untuk persiapkan kebutuhan mereka.

Gunakan waktu sebaik mungkin. Buatlah jadwal yang baik dan disiplin lah.  Semua orang akan disiplin selama dilatih terus menerus. Semua bisa karena biasa.

Jangan panik di pagi hari, agar dunia makin berseri.

Semangat.